Sabtu, 11 Januari 2014

Istilah istilah dalam produksi cetak grafika




Pon,
adalah pekerjaan memotong atau mengerat kertas yang tidak
mungkin dilakukan oleh mesin potong, karena bidang yang dipotong
tidak beraturan atau sesuai dengan keinginan pemesan.
Mengeril adalah melakukan memberi garis lekuk / ril terlebih dahulu akan diperoleh lipatan yang rata dan tajam pada macammacam karton yang sulit untuk dilipat secara biasa. Pekerjaan ril tidak melukai seperti pon, tapi menekan pada bagian yang akan dilipat dengan acuan sehingga memudahkan untuk melakukan pelipatan.

Emboss adalah “ Mencetak tidak menggunakan tinta yang karena tekanan cetak Hasilnya agak menonjol berbentuk relief ”. LG 47

Cetak foli adalah Mencetak dengan acuan yang dipanaskankan dengan tinta yang yang terdapat pada selembar foli.

Perforasi “ Pembuatan lubang-lubang kecil berbentuk bundar, lonjong atau liang secara berderet pada kertas untuk keperluan tertentu “. LG 40
Nama lain Cacah lubang

Sorris adalah pisau ponz yang diyang saling berhimpitan guna untuk memberikan tindas cetak pada kertas  untuk membantu lem agar meresap kedalam kertas sehingga hasil lemnya tidak mudah lepas.

Foil hologram adalah Mencetak dengan acuan yang dipanaskankan dengan menggunakan hologram/  gambar fotografi tiga-dimensi dan tampakannya memiliki kedalaman,

Pengertian finishing UV ( VERNIS) adalah hasil akhir cetakkertas dilapisi cairan kimia vernis dengan tujuan MENAMBAH EFEK KEMILAU

Varnish Watar Base adalah hasil akhir cetak kertas dilapisi cairan kimia vernis berbasis air tujuan MENAMBAH EFEK KEMILA dan bahannya aman  untuk makanan.


-Pengertian finishing LAMINASI GLOSSY adalah hasil akhir cetak kertas dilapisi plastik dengan tujuan menambah efek kemilau, tahan gesek, tahan air dan tidak mudah sobek, kertas tambah kuat.

-Pengertian finishing LAMINASI DOFF adalah hasil akhir cetak kertas dilapisi plastik khusus dengan tujuan menambah kekuatan, tahan gesek, tahan air dan tidak mudah sobek, efek kertas tidak kemilau dan elegant

1. PET : singkatan dari Poly Ethylene Theraphalate, berfungsi untuk mengemas produk yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap udara.

2. OPP : singkatan dari Oriented Poly Propylene, berfungsi untuk mengemas produk yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap kelembaban.


Lanjutan ...



Hot Stamping Foil
Hot Stamping Foil adalah produk yang dibuat dari Polyester Film sebagai bahan dasar yang dilapisi oleh special coating resins. Untuk memperoleh efek kilau khusus, metallized layer di-coating ke permukaan film menggunakan mesin metallizing vakum khusus. Efek kilau ini merupakan hasil dari penguapan bahan aluminium yang melekat pada film.
Hot Stamping Foil merupakan produk hasil proses dry printing di mana pigmen warna atau metallic ditransfer dari continuous roll ke objek yang akan dihias seperti kertas, board, plastik, bingkai kayu dan tekstil menggunakan bantuan panas, tekanan dan waktu.

Laminasi Doff adalah laminasi yang memiliki karakter tidak mengkilap. Kertas cetakan yang sudah dilaminasi akan memiliki kesan yang sangat berbeda dibandingkan yang tidak dilaminasi doff. Kesan Ekslusif akan sangat tampak setelah dilaminasi doff.
Laminasi Glossy adalah Laminasi yang memiliki karakter kebalikan dari laminasi doff, yaitu memiliki karakter Mengkilap. Selain mengkilap, kertas yang sudah dilaminasi akan memiliki permukaan yang licin.
Laminasi Spot Uvi adalah laminasi yang memiliki karakter mengkilap. Coraknya hampir sama dengan Glossy. Hanya saja, Spot UVI tidak untuk melapisi semua permukaan kertas cetakan. Melainkan sebagian dari hasil cetakan.
Varnish adalah pelapis yang menggunakan bahan utama cairan dan diolah khusus dimesin sehingga menghasilkan efek yang sama seperti pelapis berbahan plastik.
Beda antara laminasi dan uv selain bahan adalah efek yang dihasilkan, laminasi jauh lebih kuat efek mengkilat dan doff nya daripada uv.

Alur Proses Produksi


1.      Proses Persiapan
Persiapan dilakukan untuk menindaklanjuti berdasarkan ACC Proof Print yang telah dilakukan oleh Proof Departement:
1.      Menentukan mesin cetak yang efektif untuk digunakan untuk proses produksi.
2.      Proses montage (Penyusunan cetakan kedalam layout yang sudah disesuaikan dengan indeling yang sudah dibuat oleh bagian kalkulasi)
3.      Pembuatan plate cetak. Pembuatan plate dilakukan oleh Departemen CTP (Computer to Plate). Proses sangat cepat karena dari komputer bisa menghasilkan output berupa plate yang digunakan untuk proses cetak.
4.      Melakukan pengadaan bahan-bahan untuk penunjang proses cetak permintaan konsumen meliputi: kertas, tinta, varnish, die cut pisau, foil, emboss, dll)
5.      Membuat jadwal pengerjaan untuk masing-masing produksi dan membuat jadwal kapan produksi dapat di terima oleh konsumen.

2.      Proses Sheet Cutting
Departemen ini yang bertugas untuk membuat potongan kertas sesuai dengan PP (Perintah Produksi) yang diberikan oleh departemen planning sebelum masuk ke proses produksi yang sebenarnya, dengan tujuan membuat ukuran kertas yang sesuai dengan ukuran kertas yang disesuaikan dengan ukuran mesin cetak dan spesifikasi yang diinginkan. Walaupun sebenarnya departemen ini terlihat sederhana namun memegang peranan penting untuk proses selanjutnya. Pada departemen ini kertas yang diambil pada departemen gudang masih dalam bentuk lembaran yang berukuran besar. Untuk dapat masuk ke mesin cetak yang sudah di tentukan oleh indelling maka dilakukan pemotongan kertas.
3.      Proses Printing
Departemen ini adalah departement produksi utama dari keseluruhan proses dalam sebuah percetakan dan merupakan pendahulu/predecessor dari proses produksi sebelum dilakukan proses lainnya.
Mesin cetak berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan warna terbagi menjadi :
·        Mesin cetak satu warna seperti KOR, KORS, dan KORD mesin cetak ini biasanya selain digunakan untuk gunakan untuk mencetak dengan menggunakan satu jenis warna, mesin ini juga dapat dimodifikasi untuk proses effect cetak seperti:
o   Irridition : memberi efek cetak berupa gambar yang tersamar atau agak berbayang yang biasanya digunakan untuk menambahkan logo perusahaan atau tulisan tersamar pada gambar yang sebenarnya.
o   UV : proses memberikan efek cetak berupa hasil gambar yang lebih mengkilap/memberikan tingkat glossiness lebih tinggi dari hasil cetakan sebelumnya.
o   Matt : proses memberikan efek cetak berupa hasil gambar yang menghasilkan warna asal lebih kusam dari hasil cetakan sebelumnya/ mematikan warna asal.
·        Mesin cetak dua warna mesin cetak ini biasanya selain digunakan untuk gunakan untuk mencetak dengan menggunakan dua jenis warna, jenis mesin ini antara lain adalah mesin SORDZ, SORM, dan SORMZ.

·        Mesin cetak empat warna mesin cetak ini mampu menghasilkan kombinasi 4 jenis warna atau yang biasa dikenal dengan warna CMYK atau separation color.
Karena proses cetak berasal dari pengabungan beberapa warna atau pada saat proses separasi warna (untuk cetak lebih dari 1 warna) yang disatukan membentuk sebuah image, maka warna-warna tersebut harus tepat bertumpuk diatas warna sebelumnya sesuai urutan warna yang telah disusun sebelumnya. Untuk membantu proses tersebut maka dibuatlah acuan berupa overlapping diatas sebuah tanda salah satunya adalah mengunakan T-Bar (tanda menyerupai huruf T), proses ini disebut proses registrasi.
4.      Proses Completing
Setiap pesanan cetakan yang memasuki proses completing harus sesuai dengan yang telah di tuliskan dalam indeling. Proses ini digunakan untuk membuat cetakan terlihat lebih menarik, warna cetakan terlihat maksimal. Proses completing terdiri dari :
a.      Proses Coating
Pelapisan cetakan dengan bahan kimia tertentu sesuai dengan fungsinya: Coating yang berfungsi sebagai varnish mempunyai fungsi memperbaiki hasil cetakan agar terlihat glossy (mengkilat) dan juga melindungi cetakan agar tidak rusak. Bahan baku coating dapat dibedakan menjadi: varnish kaca, varnish UV, water based varnish, dan OV varnish. Sedangkan coating yang mempunyai fungsi tertentu  dapat dibedakan menjadi beberapa fungsi di antaranya adalah Grease Resistance yang mempunyai fungsi menjaga cetakan dari minyak yang biasanya digunakan pada cetakan produk makanan, Fungicida Resistance yang mempunyai  fungsi mencegah produk agar tidak jamuran biasanya digunakan pada cetakan sabun, Water Resistance yang mempunyai fungsi menjaga cetakan agar tahan terhadap air, biasanya digunakan pada cetakan produk ice cream, dan Premier yang berfungsi agar tinta dapat menempel secara maksimal pada kertas tertentu, biasanya digunakan untuk proses cetak selanjutnya. Bahan campuran air dan water gloss 1 : 2 untuk ketebalan standar.

Jenis varnish yang sering dipakai ada beberapa jenis diantaranya adalah :
·              UV, memiliki efek gloss yang berpendar akibat pemanasan UV.
·              Matt, membuat warna menjadi lebih suram.
·              Kaca, membuat efek clear seperti kaca.
·              WB, membuat lapisan gloss yang tidak mengandung minyak.
·              Heat Seal, sebagai lapisan perekat.
·              X300, sebagai lapisan anti air.
·              Metasol, sebagai lapisan anti lembab.
b.      Proses Hot Stamping Foil
Hot stamping foil  atau foil berfungsi agar cetakan terlihat elegan. Foil yang sering digunakan dalam produksi adalah gold, silver, dan holo diffraction. Bahan foil yang digunakan biasanya berbentuk roll, sedangkan untuk master yang digunakan dinamakan klise yang terbuat dari logam yang sarana pembuatan klise dari film yang dibuat oleh PT Pura Barutama Unit Repro. Mesin hot stamping foil :GTP, Yahwa, HCA.
c.       Proses Laminasi
Adalah proses pelapisan suatu substrate (kertas / cetakan), bisa dari flute, OPP (gloss, holo, matt) yang mempunyai fungsi sebagai pelindung cetakan dari gesekan, untuk mendapatkan sifat khusus. Mesin laminasi : Kerma, OPP, dan Flute.
d.      Proses Cutting Creasing
Cutting Creasing adalah proses pembentukan dari cetakan menjadi box atau lainya, sesuai dengan ukuran dan bentuk dari permintaan konsumen. Pada proses ini pembuatan pisau untuk cutting creasing di siapkan oleh departemen pisau yang sudah disesuaikan dengan template sesuai dengan montage yang dibuat oleh departemen CTP. Mesin cutting creasing : BOBST, HCA, SBB, SBG, SBD, Kerma, Gordon.
Jenis mata pisau yang digunakan pada proses cutting creasing :
·        Line :
ukuran Lebar 23,0 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis lipatan
·        Perforasi :
ukuran Lebar 23,7 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis patah-patah (grid) sebagai permukaan yang direncanakan akan diberi cairan perekat.
·        Cutter :
ukuran Lebar 23,7 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis potong untuk digunakan sebagai media bantu dalam mengambil bentuk yang diinginkan.
Sedangkan sebagai dudukan antara kertas dan mata pisau digunakan lembaran panjang yang disebut kanal.
e.       Proses Embossing
Embossing adalah suatu proses pembentukan image terlihat timbul pada suatu cetakan. Biasanya ditempatkan pada bagian teks atau logo, agar menonjolkan ciri khas pada suatu cetakan. Emboss apabila diraba oleh tangan akan terasa menonjol. Mesin embossing dapat diaplikasikan pada mesin cutting creasing) : HCA, BOBST, Gordon.
Secara teknis pengerjaan emboss terjadi karena adanya penekanan antara plate cetakan dan plastik cetakan yang secara simultan membentuk relief dan alur potong pada permukaan kertas. Pembuatan plate dilakukan oleh Departemen Pisau secara manual dengan menempelkan plate cetakan diatas cussion. Sedangkan untuk plastik pembentuknya dibuat dengan menggunakan mesin Goliath menggunakan plate yang berfungsi sebagai cetakan plastic yang telah dipanaskan dan mencair yang kemudian ditekan sampai terbentuk relief plastik sebagai lawan dari plate.
f.        Proses Lipat
Mesin lipat digunakan untuk membantu proses akhir setelah dilakukan pemotongan pieces, biasa digunakan untuk beberapa produk tertentu. Tujuannya adalah mempercepat proses akhir, dengan pertimbangan jarak lini lipat dengan lini potong etiket tidak bersebelahan.

5.      Proses Finishing
Berikut urutan dari proses finishing :
-     Stripping / Cabut
      Hasil dari cutting creasing melalui proses cabut untuk memisahkan antara cetakan terpakai dengan plano kertas.
-     Folding & Glueing
      Proses pelipatan dan pengeleman dari hasil cabut, pada proses ini dapat juga dilakukan dengan mesin ataupun dengan menggunakan tenaga manusia untuk folding glueing untuk membantu mempercepat proses pengiriman.
-     Sortir
      Adalah proses seleksi akhir antara produk jadi yang baik sesuai dengan standar yang telah diminta oleh konsumen dengan produk yang tidak sesuai standar. Proses ini dilakukan dengan manual menggunakan ketelitian SDM.




Peranan Kertas dalam Grafika




BAB I
PENDAHULUAN

Pada era digital ini, teknik cetak tidak begitu saja ditinggalkan karena berbagai bidang kehidupan membutuhkan hasil-hasil cetak. Seperti buku, koran, kemasan, sampai dengan uang. Salah satu teknik cetak yang sering digunakan adalah teknik cetak offset. Cetak offset adalah proses pengalihan tinta dari acuan cetak berupa pelat datar ke blanket, kemudian tinta dialihkan ke bahan cetak. Teknik cetak offset dapat digunakan untuk mencetak berbagai macam media seperti buku, majalah, surat kabar, kemasan, uang, dan lain-lain.
Perbedaan antara cetak offset dan teknik cetak lain pada dasarnya terdapat pada acuan cetaknya. Cetak offset menggunakan acuan cetak berupa lembaran pelat aluminium yang dibuat dengan dua cara. Pertama melalui pembuatan film terlebih dahulu yang kemudian pelat dibuat dengan cara penyinaran. Kedua tanpa melalui proses pembuatan film, pelat dibuat menggunakan Computer to Plate yang menggunakan sinar UV.
Bahan yang umum digunakan dalam cetak offset yaitu kertas, tinta, dan bahan-bahan kimia seperti Isopropil Alcohol, GOM, Fountain Solution dan lain-lain. Jenis kertas yang digunakan juga berbeda-beda sesuai dengan jenis cetakan yang dibuat, seperti HVS dan HVO untuk isi buku, kertas koran untk surat kabar, Art Paper untuk majalah dan kalender, dan lain-lain. Kertas- kertas tersebut mempunyai kualitas dan sifat-sifat khusus untuk dicetak, masing-masing kertas mempunyai sifat berbeda sesuai dengan bahan penyusunnya dan kegunaannya.
Tinta yang digunakan dalam cetak offset yaitu pigmen. Terdapat empat warna dasar yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna dasar tersebut dapat menciptakan beribu-ribu warna sesuai dengan kadar campurannya. Selain wana dasar tersebut juga terdapat warna-wana khusus. Warna-warna khusuus diciptakan karena campuran warna CMYK tidak dapat mencapai warna yang diinginkan.
Pada makalah ini kami lebih fokus membahas tentang pengaruh bahan cetak terhadap pencapaian kualitas hasil cetak pada proses cetak, terutama kertas dan tinta.




                                                                              BAB II
LANDASAN TEORI

A.      Kertas
1.      Pengertian Kertas
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

2.      Sejarah Kertas
Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papeldalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salibdan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

3.      Pembuatan Kertas
Pada tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson di tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.
Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Wattdan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghmanmendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahlpada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak.

4.      Bahan Baku Kertas

a.      Bahan Serat
Bahan baku kertas adalah serat selulose, terutama sekali merupakan serat dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Tapi tidak semua serat tumbuh-tumbuhan dapat diolah menjadi kertas, melainkan hanya sebagian kecil saja.

Beberapa tanaman serat yang diambil untuk diolah menjadim kertas ialah :
1)      Kayu pinus,  yang dihasilkan serat kayu.
2)      Kapas, serat yang dihasilkan adalah serat rambut biji buah.
3)      Esparto, manila, serat yang dihasilkan adalah serat daun
4)      Rami, serat yang dihasilkan adalah serat kulit
5)      Jerami/merang, bamboo, tebu serat yang dihasilkan adalah serat kulit.

Serat selulose merupakan bahan yang transparan (tembus cahaya), Hygroskopis (mudah menyerap dan mengeluarkan air), serta tahan terhadap asam alkali. Karena sifat ketahannya terhadap asam alkali ini serat selulose dapat dipisahkan dari zat-zat lain yang tidak diperlukan dalam pembuatan kertas.

b.      Bahan Penolong
Bahan baku kertas lainnya adalah bahan penolong yang ditambahkan dalam pembuatan kertas dimana bahan ini sangat besar pengaruhnya terhadap mutu kertas. Bahkan bahan penolong ini sering dipakai untuk mendapatkan sifat-sifat khusus pada kertas, ada beberapa macam bahan penolong yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kertas antara lain :
1)      Bahan Pengisi
Yang fungsinya pada kertas adalah sebagai berikut :
-          Mengisi lembah-lembah atau bukit kosong pada permukaan kertas sehingga permukaan kertas menjadi lebih rata dan halus.
-          Menambah kemudahan kertas untuk  dibasahi oleh tinta, ini berarti juga menambah kemampuan cetak.
-          Menambah sifat tidak tembus cahaya(opasitas) serta kecerahan (Brightness) pada kertas.
-          Memperbaiki daya serap kertas terhadap zat air, sebab pada hakekatnya bahan pengisi ini memperhalus.
-          Memadatkan serta menambah berat lembaran kertas.
2)      Bahan Perekat
Tujuan utama pemakaian bahan perekat bukan sekedar untuk merekatkan atau mengikat serat-serat saja, melainkan juga untuk menjadikan kertas punya ketahanan terhadap perembesan zat cair. Sifat ini sangat penting sekali untuk semua jenis kertas cetak, kertas tulis, kertas gambar, kerta bungkus ataupun kertas karton untuk pengepak.
3)      Bahan Pewarna
Bahan pewarna diberikan dengan maksud untuk memberi kesan warna pada kertas agar kertas tersebut lebih menarik serta dapat dipakai sesuai dengan kehendak pemesan. Kadang-kadang warna tertentu dibutuhkan sebagai alat penganan pada kertas-kertas berharga seperti :Cek, Ijazah, Kuitansi dan lain-lainnya sehingga tidak mudah dipalsukan.




5.      Jenis-Jenis Kertas

a.        Jenis kertas berdasarkan serat yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu:
1)      Kerta mengandung kayu, yaitu kertas yang dibuat secara mekanis dan masih mengandung unsur-unsur serat lainnya selain serat selulosa.
2)      Kertas bebas kayu, yaitu kertas yang dibuat secara kimia dimana unsure-unsur yang terdapat dalam kayu dihilangkan dengan menggunakan bahan kimia dan hasilnya adalah serat selulosa murni.
b.          Jenis kertas berdasarkan pekerjaan akhir, dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu:
1)        Kertas tidak berlapis (Uncoated paper), yaitu kertas yang permukaannya tidak berlapis dan mempunyai 2 sisi permukaan yaitu sisi halus dan sisi kasar.  Misalnya : Kertas Cetak (HVO), Kertas Tulis (HVS), Kertas HHI, Kertas Koran.
2)        Kertas berlapis (Coated Paper), yaitu jenis kertas yang permukannya diberi lapisan pigmen dan bahan perekat. Kertas berlapis ini mempunyai sifat permukaan yang halus dan hamper tidak mempunyai pori-pori. Misalnya : Art paper, Kunsdruk, Chrome Coated, Machine Choated.

6.      Jenis, Susunan dan Penggunaan Kertas

Pada kertas cetak pengertian mutu dan ketercetaan kertas harus benar-benar dibedakan oleh pencetak. Kertas ilustrasi mengandung kayu (HHI), dank arena mengandung kayu jadi mutunya kurang, namun dapat memiliki sifat ketercetakan dan dapat menghasilkan cetakan yang bagus. Sedangkan kertas terbaik yang dibuat dari selulosa murni mungkin sangat sukar untuk dicetak atau kadangkala untuk proses cetak tertentu/sama sekali tidak cocok.



a.        Jenis Kertas HVS
Susunannya terdiri dari 20% kain bekas tetapi masih sangat bagus atau dapat juga sedikit mengandung kayu atau bebas kayu, kertas ini digunakan untuk barang berharga misalnya polis, akte pos dan pos udara, kertas gambar, kuitansi, nota, formulir, buku tulis dll.
b.        Jenis Kertas Koran
Susunannya terdiri dari pesahan kayu dengan tambahan 20% selulosa, kelicinan kertas ini didapat/diperoleh dengan cara dilindas dengan silinder mesin. Kertas ini biasa digunakan untuk cetak rotasi Koran yang berupa lembar plano,untuk pekerjaan sederhana, untuk lembar bantalan, dsb.
c.    Jenis Kertas Art Paper
Susunan permukaannya dilapisi dengan pigmen dan bahan perekat kertas, jenis kertas ini sangat mengkilap dan permukaannya sangat tertutup. Kegunaannya untuk pekerjaan seni (ilustrasi halus) atau pengepakan mewah.
d.    Jenis Kertas HVO
Susunannya terlalu licin, sedikit mengandung kayu atau bebas kayu. Kegunaannya untuk berbagai pekerjaan.
e.    Jenis Kertas Doorslag
Susunannya adalah kadar pengisi atau bahan pengisinya terlalu banyak mengandung kayu. Jenis kerta ini digunakan untuk pekerjaan ilustrasi sederhana.