Pengetahuan Warna
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menemukan berbagai warna yang sangat beraneka ragam. Tetapi, tahukah anda bahwa warna itu terbagi dalam berapa jenis? Secara biologis, mata kita dapat mengangkap warna dikarenakan spektrum cahaya yang di pantulkan benda-benda disekeliling kita ke indra penglihatan kita yaitu mata lalu diproses oleh otak kita menjadi warna-warna tertentu sumber cahaya bisa dari matahari atau sumber cahaya buatan. Dalam artikel berikut anda akan mengenal teori tentang warna serta pembagian jenis-jenisnya.
Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380 sampai 780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu, violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah. Di luar cahaya ungu /violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak digunakan untuk pemancaran radio dan TV.
Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan semua warna pelangi. Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas.
Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss , bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut . Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat. Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda.
1. Pembagian warna
Menurut teori warna dari Teori Brewster yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Warna-warna yang ada di alam jika disederhanakan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok warna, yaitu Warna Primer, warna Sekunder, warna Tersier dan warna Netral. dan ini diwujudkan dalam bentuk lingkaran warna, lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.
2. Warna Primer
Warna primer merupakan warna dasar yang tidak dicampur dengan warna yang lainnya. Warna primer terdiri dari 3 warna dasar yaitu Red Green dan Blue biasa disingkat RGB atau dalam bahasa indonesia Merah, hijau biru dalam dunia seni rupa dikenal sebagai warna pigmen. Warna lain terbentuk dari kombinasi warna Primer itu sendiri, warna-warna hasil dari 2 warna primer disebut dengan istilah Warna Sekunder dan campuran dari warna primer dengan sekunder disebut warna Tersier. Warna-warna tersebut jika digolongkan lagi menjadi dua golongan yaitu warna cahaya dan warna cetak RGB sendiri merupakan jenis warna primer dari cahaya warna-warna RGB biasa kita temui dari digital visual seperti Televisi atau monitor komputer dll. sedangkan yang digolongkan dengan warna primer cetak terdiri dari Cyan, Magenta, Yellow dan Black warna-warna ini biasa ditemukan pada industri percetakan atau printing dihasilkan dari kombinasi tinta dan dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada buku, billboard, poster dan media cetak lainnya.
3. Warna Sekunder
Merupakan hasil pencampuran dari warna-warna primer dengan perbandingan 1:1. Pencampuran tersebut menghasilkan warna baru yang dinamakan warna sekunder. Kita lihat pencampuran warna berikut :
· Kuning + merah = orange
· Kuning + biru = hijau
· Biru + merah = ungu
4. Warna Tersier
Warna tersier adalah hasil pencampuran warna primer dengan warna sekunder. Kita lihat contoh campuran berikut
· Kuning + orange= kuning orange (golden yellow)
· Merah + orange= merah orange (burnt orange)
· Kuning + hijau= kuning hijau (lime green)
· Biru + hijau= biru hijau (turquoise)
· Biru + ungu= biru ungu (indigo)
· Merah+ ungu= merah ungu (crimson)
5. Warna Netral
Warna netral adalah hasil pencampuran dari warna primer, warna sekunder dan warna tersier. Warna netral ini tidak mengarah ke tiga warna utama tersebut karena pencampuran warna bisa dalam komposisi yang berbeda.
6. Definisi Karakter lewat warna
Warna juga mendefinisikan karakter seseorang secara umum, seperti warna-warna berikut :
· Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
· Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesucian.
· Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
· Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup), panas membara, peringatan, penyerangan, cinta.
· Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan kebahagiaan, keceriaan dan hati-hati
· Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
· Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru, identik dengan pertumbuhan dalam lingkungan,pasukan perdamaian,kepuasan
· Pink, warna yang identik dengan wanita, menarik/cantik, gulali
· Orange, warna yang identik dengan musim gugur, penuh kehangatan, halloween.
· Coklat, warna yang mengesankan hangat, identik dengan musim gugur, kotor, bumi
· Ungu, warna yang identik dengan kesetiaan, kepuasan, Barney (tokoh boneka berwarna ungu)
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 atau disebut juga sebagai atribut warna meliputi :
· Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
· Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
· Saturation/Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System. Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
7. Kriteria pemilihan warna
· Tampilkan warna dengan latar belakang (background) gelap
· Pilih warna yang cerah untuk foreground (putih,hijaudll)
· Hindari penggunaan warna coklat dan hijau untuk background
· Kecerahan dan kombinasi warna pada foreground dan background kontras
· Gunakan warna sesuai kebutuhan,disain dibuat dalam b/w dan ditambahkan warna lain sesuai kebutuhan
· Gunakan warna untuk menarik perhatian user, komunikasi terarah, identifikasi status, menjalin hubungan antar elemen
· Hindari penggunaan warna pada pekerjaan yang sifatnya non-task, untuk layar yang kebanyakan terdiri dari teks, warna dapat membantu ketika user harus mencari /membedakan bagian2 tertentu
8. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan warna
· Buta warna (cacat warna)
· Monitor monochrome (hanya mengenal satu warna)
· Pengkodean ekstra meningkatkan tampilan interface
· Konsisten dalam penggunaan warna
· Membatasi pengkodean warna menjadi 8 warna (4 warnalebih baik)
· Gunakan warna b/w atau abu-abu, atau b/w saja untuk tampilan interface
· Untuk menunjukkan keragaman bagian-bagian pada layar
· Disainer sering menggunakan layar kerja dengan menggunakan 4-5 warna
Digital Input
Gambar digital dapat diperoleh dari berbagai sumber dimana tiap sumber sangat menentukan kualitas gambar tersebut, antara lain : Digital camera, Scanner, Photo CD, dan Internet.
1. Digital Camera
Saat ini digital camera menjadi sangat populer menggantikan posisi scanner. Kelebihan digital camera antara lain hasil foto dapat langsung dihubungkan ke komputer tanpa harus memulai proses pencetakan photo/slide sehingga prosesnya sangat cepat. Sama seperti scanner, digital camera menggunakan CCD (Charged Couple Device) untuk menangkap gambar. Semakin tinggi resolusi CCD maka semakin baik/besar gambar yang dapat diolah dan semakin besar pula file size gambar tersebut. Ada 2 jenis tipe digital camera, yaitu High-End dan Low-End. Perbedaan ini antara lain adalah ditentukan jumlah pixel yang dapat dihasilkan oleh kamera tersebut.
Hubungan resolusi digital camera dengan ukuran cetak
Kualitas
|
Resolusi Standar (pixel)
|
Ukuran Cetak (cm)
| ||
128 dpi/85 lpi
|
200 dpi/133lpi
|
225 dpi/150 lpi
| ||
Lowres
|
320 x 240
|
6,4 x 4,8
|
4,1 x 3,1
|
3,6 x 2,7
|
640 x 480
|
12,7 x 9,5
|
8,1 x 6,1
|
7,2 x 5,4
| |
Medium
|
1280 x 1000
|
25,4 x 19,8
|
16,3 x 12,1
|
14,5 x 11,3
|
1500 x 1100
|
29,8 x 21,8
|
19,1 x 13,8
|
16,9 x 12,4
| |
Highres
|
2000 x 2000
|
39,7 x 39,7
|
25,4 x 25,4
|
22,6 x 22,6
|
4000 x 4000
|
79,4 x 79,4
|
50,1 x 50,1
|
45,2 x 45,2
| |
6000 x 8000
|
76,2 x 101,6
|
76,2 x 101,6
|
67,7 x 90,3
| |
2. Scanner
Scanner berfungsi mengubah data analog (foto, slide, printed material, cetakan, 3D) menjadi data digital. Pada prinsipnya teknologi scanner terbagi atas :
a. Flatbed Scanner
Flatbed scanner sering disebut sebagai Low end scanner, namun istilah ini tidaklah begitu tepat karena saat ini teknologi CCD yang identik digunakan oleh flatbed scanner sudah sedemikian canggih hampir menyaingi teknologi PMT (Photo multiplier) yang identik digunakan oleh drum scanner. Saat ini harga flatbed scanner sangatlah bervariasi, mulai dari dibawah Rp.500.000,00 sampai diatas 100 juta rupiah. Perlu ketelitian saat membeli dan harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaannya.
b. Drum Scanner
Drum scanner sering disebut sebagai High end scanner dan scanner yang paling baik dalam mereproduksi gambar dengan ukuran pembesaran diatas 500 %. Ciri khas drum scanner adalah digunakannya PMT (Photomutiplier) sebagai sensor yang membaca gambar atau original. Disebut drum scanner karena objek yang akan discan diletakkan pada sebuah drum yang berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sejak adanya perkembangan teknologi CCD yang sangat pesat, maka lambat laun drum scanner mulai tersaingi dan pada akhirnya mulai discontinue (tidak diproduksi lagi), karena tidak dapat mengimbangi harga flatbed scanner yang relatif jauh lebih murah.
Keunggulan drum scanner bila dibandingkan dengan flatbed scanner :
· Photomutiplier yang dipakai oleh drum scanner untuk membaca original memiliki jangkauan density (density range) yang tinggi yaitu berkisar 4.0 D keatas, sehingga mampu membaca detail shadow pada slide positif yang rata-rata memiliki density 3.8-4.2 D. Sementara CCD yang dipakai oleh flatbed scanner memiliki density maximum dibawah 3.6 D, sehingga bila dipakai untuk scan slide yang memiliki density diatas 3.6 D hasilnya akan flat (tidak ada detail) pada bagian shadow.
· Drum scanner memiliki resolusi optik yang tinggi, hal ini mempengaruhi dalam hal pembesaran gambar. Semakin tinggi resolusi scanner maka pembesaran yang dapat dilakukan juga semakin besar hingga mencapai 4000%, dimana hal ini sulit dilakukan oleh flatbed scanner.
Perbedaan drum scanner dan flatbed scanner
Perbedaan
|
Flatbed scanner
|
Drum scanner
|
1. Sumber Cahaya
|
Flouresent
|
Xenon-Laser
|
2. Scanning Unit
|
CCD (Charge Couple Device)
|
PMT (Photomultiplier)
|
3. Original
|
Tebal > 0,5 cm, 3 dimensi
|
Tipis < 0,5 cm
|
4. Scanning
|
Line by line
|
Dot by dot
|
5. Dynamic Range
|
< 3,6 D
|
> 4,2 D
|
6. Optical Resolution
|
Medium to High < 5400 dpi
|
s.d 11.000 dpi
|
7. Harga
|
Murah-sedang
|
Mahal
|
8. Software
|
Plug-in Photoshop
|
Menggunakan software sendiri
|
c. Copydot Scanner
Copydot Scanner adalah scanner yang berfungsi mengubah data berupa film separasi (4 warna atau lebih) menjadi data digital (redigitalization). Scanner ini banyak digunakan pada percetakan/penerbitan yang banyak menerima iklan dalam bentuk film separasi warna atau perusahaan packaging yang sering mengulang cetakan dengan film yang sama. Pada alur kerja yang menggunakan CtP, scanner copy dot menjadi salah satu hal yang penting oleh karena iklan atau data yang diberikan klien tidak dapat dimounting dengan pelat CtP melainkan harus diubah kedalam bentuk digital dahulu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan copydot antara lain : Screen ruling, Sudut raster, base film density (warna dasar film). Hal-hal tersebut akan mempengaruhi kualitas dan keakuratan data digital dari scanner copydot tersebut.
3. Photo CD
Photo CD sering dipakai dan dibeli orang untuk memilih berbagai gambar digital yang diinginkan (stok foto) secara langsung tanpa melalui scanner. Penggunaannya untuk produksi cetak haruslah hati-hati karena pada umumnya gambar yang dibuat pada photo CD dibuat dalam 5 macam resolusi untuk setiap gambarnya yaitu : Base/16, Base/4, Base, 4 Base, 16 Base. Untuk kalangan profesional biasanya disediakan alternatif resolusi lain yaitu 64 base (Pro Photo CD), misalnya Pro Photo CD dari Corel.
Panduan resolusi photo CD dan hubungannya dengan ukuran cetak
Pilihan
|
Resolusi (pixel)
|
Ukuran maksimum cetak (cm)
| |||
225 dpi/150 lpi
|
200 dpi/133 lpi
|
128 dpi/85 lpi
|
Ukuran
| ||
Base/16
|
128 x 192
|
2,5 x 3,8
|
1,6 x 2,4
|
1,4 x 2,2
|
72 K
|
Base/4
|
256 x 384
|
5,1 x 7,6
|
3,3 x 4,9
|
2,9 x 4,3
|
288 K
|
Base
|
512 x 768
|
10,2 x 15,2
|
6,5 x 9,8
|
5,8 x 8,7
|
1,1 MB
|
4 Base
|
1024 x 1536
|
20,3 x 30,5
|
13 x 19,5
|
11,6 x 17,3
|
4,5 MB
|
16 Base
|
2048 x 3072
|
40,6 x 60,1
|
26 x 39
|
23,1 x 34,7
|
18 MB
|
64 base
|
4096 x 6114
|
81,3 x 121,9
|
52 x 78
|
46,2 x 69,4
|
72 MB
|
4. Internet
Gambar yang diambil dari internet biasanya dalam format JPEG (format kompresi) karenanya file menjadi sangat kecil dan resolusi rendah sehingga tidak direkomendasi untuk produksi cetak karena kualitasnya akan kurang baik. Gambar dengan file JPEG baik untuk presentasi dan pembuatan website dan dioutput ke printer biasa.
Workstation
Dalam dunia grafika, platform yang biasa dipakai adalah :
1. PC-Operating system Win 2000, Win 98, Windows XP, Linux, dll.
2. Macintosh-Operating system OS 9.0x, OS 10.X
Pada mulanya PC tidak diciptakan untuk pengolahan gambar dan desain grafis, tapi hanya untuk mengetik teks untuk keperluan kantor. Namun saat ini teknologi PC sudah mampu menyaingi Macintosh dalam mengolah gambar. Saat ini hampir semua software yang bekerja pada Mac dapat juga dilakukan di PC. Saat ini perkembangan operating system pada Macintosh juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Munculnya seri OS X tahun 2003-an yang memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan operating system yang lama (OS 9.0) membuat kalangan desain grafis dan pracetak harus menyesuaikan dan beradaptasi kembali. Pada OS X ada beberapa software yanng tidak kompatibel misalnya Pagemaker 6.5, Photoshop 6.0, Freehand 9.0, QuarkXpress 4.0 dll. Sementara itu pada PC, operating system yang banyak digunakan antara lain Win 98, Win 2000, Win XP. Pemahaman dalam penggunaan operating system sangat berpengaruh terhadap kelancaran kerja. Komputer yang mempunyai banyak virus, memori kecil, harddisk penuh, management file yang tidak rapi, sering hang,dll adalah beberapa contoh yang mempengaruhi dan memperlambat kinerja PC/Mac yang digunakan.
Software
Pada umumnya software dalam dunia grafika terbagi atas 3 bagian :
1. Page Layout
Software ini digunakan untuk menata letak halaman, yaitu menggabungkan elemen-elemen desain yang berupa teks, grafik dan foto. Contoh software page lay out yang bisa digunakan adalah Adobe Pagemaker, QuarkXpress, dan Adobe Indesign. Software-software tersebut cocok untuk pembuatan majalah, buku, brosur, dll.
2. Illustrasi/Desain
Software ilustrasi berfungsi untuk mengolah ilustrasi desain. Gambar yang dihasilkan oleh software ini adalah gambar grafik yang berbentuk vektor, yaitu gambar yang dibentuk melalui garis dan kurva secara matematis. Contoh software ilustrasi/desain adalah Macromedia Freehand, Adobe Illustrator, CorelDraw, dll.
3. Image Editing
Software image editing menghasilkan gambar bitmap, yaitu gambar yang dihasilkan melalui titik yang disebut dengan istilah pixel. Software ini memiliki kemampuan untuk memanipulasi foto dan koreksi warna. Contoh software image editing adalah Adobe Photoshop, Photo Paint, dan Fractal Design Painter. Software Microsoft Office seperti Microsoft Word, Excel, Power Point tidak direkomendasi untuk digunakan dalam pengolahan data yang akan direproduksi dengan cetak offset, karena software tersebut tidak diciptakan untuk keperluan grafis.
File Format
Banyak sekali jenis-jenis gambar yang dapat kita temukan diinternet maupun komputer kita sendiri, tapi tidak semuanya kita gunakan. Beberapa gambar digunakan oleh perangkat lunak yang terpasang dikomputer kita, sehingga tidak bisa dilihat langsung tanpa menggunakan perangkat lunak khusus. Berikut ini beberapa jenis-jenis gambar yang sering digunakan.
1. JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.
2. GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.
3. PNG (Portable Network Graphic)
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.
4. PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.
5. BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.
6. EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.
7. TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
8. PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.
9. PIC (Pict)
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.
10. TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.
11. IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.
12. SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.
13. PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.
14. RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.
15. DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.
Vektor vs Bitmap
Digital image mempunyai dua bentuk, yaitu bitmap dan vektor. Masing-masing bentuk kelebihan dan kekurangan.
1. Bitmap
· Menggunakan pixel dalam membentuk gambar.
· Contoh data bitmap adalah photo hasil scan/digital camera
· Dibuat dan diolah di Photoshop
· Merupakan resolution dependent, yaitu kualitas gambar tergantung resolusi/jumlah pixel yang membentuknya
· Jumlah resolusi yang diperlukan dalam cetak offset menggunakan rumus : 2 x screen ruling
· Format yang digunakan antara lain : TIFF, EPS, JPEG
· Pembesaran gambar dengan cara ditarik pada software lain, menyebabkan kualitas gambar menurun. Dalam praktek sehari-hari istilah bitmap mempunyai 2 arti yang berbeda, yaitu menunjuk gambar hasil scan dan menunjuk pada gambar bilevel (1 bit)
2. Vektor
· Menggunakan formula matematik untuk menghubungkan point (titik) yang satu terhadap yang lainnya. Dinyatakan dalam bentuk garis, kurva dan bidang
· Biasanya disebut juga graphics/grafis
· Diolah di Freehand atau Illustrator atau CorelDraw
· Contoh data vektor/graphic adalah garis, teks, drawing
· Merupakan resolution independent, yaitu objek/gambar dapat diperbesar tanpa membuat objek menjadi pecah/jagged.
· Kualitas vektor tergantung resolusi output
· File format standar yang digunakan adalah .eps (Encapsulated Postcript).
semoga bermanfaat yaaahh.. salam sufi smile ^_^"