Schedulling dalam Grafika
Tugas
utama schedulling ialah merencanakan kegiatan suatu pekerjaan order yang akan
dikerjakan oleh produksi sebelum proses produksi berlangsung dengan menghitung
waktu dan antrian produksi secara efektif dan efisien berdasarkan dengan
perhitungan waktu penjadwalan yang telah ditentukan.
Perencanaan
pekerjaan sebelum produksi mempunya 2 aspek yang sangat penting yaitu Oplagh
Order dan Deadline (batas waktu akhir) dari Order tersebut.
Banyak
pekerjaan yang berhubungan dengan proses schedulling yang dapat terlaksana
dalam proses produksi. Misalnya, untuk mengeluarkan satu plate cetak di bagian
prepress membutuhkan waktu sekian jam atau sekian menit per plate cetak, di
bagian produksi membutuhkan waktu berapa jam per eksemplar saat berlangsungnya
proses produksi di Mesin X, di bagian finishing membutuhkan berapa tenaga kerja
untuk menyelesaikan order buku A, dan seterusnya. Maka, semua hal itu
schedulling mempunyai funsi serta peran yang sangat penting kaitannya
pengaturan penjadwalan.
PT
Karya Kita Bandung mempunyai Mesin Web
Offset dan SheetOffset yang berfungsi dalam pencetakan order
secara berkala proses produksinya.
Mesin Web meliputi, yaitu : Solna Harris V 25, Manugraph Cityline E, dan Goss
Community SSC, Solna D30, Cromoman.
Mesin Sheet Offset, meliputi : Mitsubishi Shet Fed, Beiren JS 2102, Lithrone
Komori S40,
Order yang diterima bervariatif, sehingga
penyelesaiiannya disesuaikan dengan kapasitas mesin.
Begitu pula dengan proses pengerjaan pembuatan plate, kolasi, wrapping, packing
dan lainnya diatur sedemikian waktunya oleh schedulling. Bahkan penggunaan
bahan baku produksi seperti kertas, tinta cetak, plate cetak dll. juga tidak
kalah penting diatur oleh bagian Budgetting.
Justru hal inilah sebagai point utama dari permsalahan yang ada di schedulling.
Kemudian dari faktor penggunaan bahan baku akan menunjang kesetabilan pada saat
proses produksi berlangsung.
Schedulling
bekerjasama dengan budgetting berkenaan dengan PO (Purchase Order) yang berisi
perhitungan kalkulasi penggunaan bahan baku dan harga tiap-tiap bahan sesuai
dengan panduan harga.
Bagian
Budgetting mempunyai alur kerja yaitu berawal dari order berupa SO (sales
order) yang masuk dari Bagian Marketing. Order tersebut ada 2 jenis
yaitu Order komersil
dan Order Proyek. kemudian dari analisis order
dilakukan proses kalkulasi (perhitungan) sesuai dengan format perhitungan yang
telah ditentukan. Adapun tujuan adanya budgetting ini ialah sebagai panduan
cetak produksi dan informasi dari segala kebutuhan bahan proses produksi.
Proses
kerja schedulling dan Budgetting ini akan berjalan sesuai job deskripsi
masing-masing jika sudah terdapat S.O (Sales Order) yang telah dikeluarkan oleh
Bag. Marketing. Jika S.O belum keluar dan belum diterima oleh PPC, maka proses
pembuatan job order dan antrian produksi tidak dapat direalisasikan.
Adapun
untuk menindaklanjuti jika S.O telah diterima dari Bag.Marketing, maka
Bag.Schedulling berkoordinasi dengan bagian-bagian yang terkait dengan
pengerjaan order untuk mempersiapkan segala komponen dalam pengerjaan order,
seperti di bagian TS, GBB, dan
Produksi.
Bagian
TS (Technical Support) harus mengecek segala persiapan mesin yang digunakan
untuk memastikan bahwa mesin sudah siap dioperasikan, kemudian melapor ke PPC
bagian schedulling agar segera dibuat perencanaan produksi yang sistematis dan
sesuai data keadaan mesin.Bagian
GBB (Gudang Bahan Baku) menngecek dan memastikan segala bahan baku yang
digunakan selama order berlangsung dapat dikeluarkan. Di bagian Produksi
menyiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan bahan-bahan produksi selama proses
produksi berlangsung termasuk tenaga yang dibutuhkan ada berapa jumlahnya yang
dibutuhkan. Semua hal itu dilakukan schedulling sebelum Sales Order
dikeluarkan.Setelah itu, bagian schedulling dapat mengeluarkan job order dan
antrian produksi sesuai jadwal yang telah ditetapan.Namun, apabila terdapat
data-data yang belum valid sesuai informasi faktanya, maka perlu dilakukan
penjadwalan ulang atau bisa disebut dengan Re-Schedulling.
Re-Schedulling
dilakukan ketika Job Order sudah terlanjur dikeluarkan tetapi ada kendala pada mesin maupun faktor lainnya
yang membuat informasi penjadwalan tidak sesuai dengan data lapangan. Kemudian,
tahap selanjutnya schedulling menginformasikan kembali ke masing-masing unit
produksi untuk start produksi order. Bentuk
informasi dapat berupa tulisan, lisan, maupun via email ke supervisor dan
tiap-tiap Kepala Departemen
yaitu Produksi, GBB, PPC, GUDIST.
Schedulling
juga berkoordinasi dengan bagian makloon, apabila dalam pengerjaan proses
produksi tidak dapat dikerjakan didalam perusahaan, misalnya proses pembuatan
plate, proses jahit benang, maupun proses vernish, Doff, dan Laminasi.
Ringkasnya
proses schedulling yang dilakukan, meliputi : perhitungan waktu produksi,
perhitungan jam kerja, pembagian shift kerja, perhitungan kapasitas mesin,
menetapkan antrian produksi, menentukan DT (down time), mengecheck jadwal
induk, dan berkoordinasi dengan tiap-tiap unit produksi. Hal ini masih belum
lengkap jika belum adanya sistem pengandalian produksi atau dapat disebut
monitoring produksi.
Monitoring
Produksi sebagai pengawas dan controller dalam pengendalian proses produksi berlangsung
secara berkala.\
Membuat Job Order
Berawal dari Materi Order yang masuk ke Penerima Naskah
dan dicek kembali kelengkapan naskahnya bersamaan dengan Master Schedulling
yang dibuat oleh Spv. Schedulling dandiserahkan ke staff
schedulling untuk dilakukan pembuatan panduan antrian produksi yang berisi
urutan-urutan proses produksi per mesinnya sesuai dengan judul cetakan yang
akan diproduksi. Bagian yang menangani antrian produksi ini juga mengeluarkan
job order atas dasar perintah dari kepala bagian schedulling yang telah
dinyatakan siap cetak. Job
order terdiri dari 2 jenis yaitu Job Order untuk cetak buku dan job order untuk
cetak komersil. Job order untuk cetak buku terdiri dari 2 bagian yaitu
spesifikasi order Isi dan Cover.
Informasi
yang terkandung didalam spesifikasi order Isi antara lain :
·
Nama order,
·
Judul,
·
Oplagh,
·
Ukuran, mesin yang digunakan,
·
Bahan yang digunakan,
·
Proses finishing,
·
Deadline kirim.
Untuk
spesifikasi order cover informasi yang ada didalamnya sama halnya dengan
spesifikasi order isi, yang membedakan yaitu bahan yang digunakan, serta mesin yang digunakan. Dari job order beserta
dummy yang dikeluarkan oleh schedulling melalui perantara bagian antrian
produksi maka mendistribusikannya ke setiap mesin dan proses produksi lainnya.
Kemudian proses pengendalian dari antrian produksi dilakukan oleh bagian
dibawahnya yaitu bagian Monitoring Produksi (MP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar