BAB I
PENDAHULUAN
Pada
era digital ini, teknik cetak tidak begitu saja ditinggalkan karena berbagai
bidang kehidupan membutuhkan hasil-hasil cetak. Seperti buku, koran, kemasan,
sampai dengan uang. Salah satu teknik cetak yang sering digunakan adalah teknik
cetak offset. Cetak offset adalah proses pengalihan tinta dari acuan cetak
berupa pelat datar ke blanket, kemudian tinta dialihkan ke bahan cetak. Teknik
cetak offset dapat digunakan untuk mencetak berbagai macam media seperti buku,
majalah, surat kabar, kemasan, uang, dan lain-lain.
Perbedaan
antara cetak offset dan teknik cetak lain pada dasarnya terdapat pada acuan
cetaknya. Cetak offset menggunakan acuan cetak berupa lembaran pelat aluminium
yang dibuat dengan dua cara. Pertama melalui pembuatan film terlebih dahulu
yang kemudian pelat dibuat dengan cara penyinaran. Kedua tanpa melalui proses
pembuatan film, pelat dibuat menggunakan Computer to Plate yang menggunakan
sinar UV.
Bahan
yang umum digunakan dalam cetak offset yaitu kertas, tinta, dan bahan-bahan
kimia seperti Isopropil Alcohol, GOM, Fountain Solution dan lain-lain. Jenis
kertas yang digunakan juga berbeda-beda sesuai dengan jenis cetakan yang
dibuat, seperti HVS dan HVO untuk isi buku, kertas koran untk surat kabar, Art
Paper untuk majalah dan kalender, dan lain-lain. Kertas- kertas tersebut
mempunyai kualitas dan sifat-sifat khusus untuk dicetak, masing-masing kertas
mempunyai sifat berbeda sesuai dengan bahan penyusunnya dan kegunaannya.
Tinta
yang digunakan dalam cetak offset yaitu pigmen. Terdapat empat warna dasar
yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna dasar tersebut dapat menciptakan
beribu-ribu warna sesuai dengan kadar campurannya. Selain wana dasar tersebut
juga terdapat warna-wana khusus. Warna-warna khusuus diciptakan karena campuran
warna CMYK tidak dapat mencapai warna yang diinginkan.
Pada
makalah ini kami lebih fokus membahas tentang pengaruh bahan cetak terhadap
pencapaian kualitas hasil cetak pada proses cetak, terutama kertas dan tinta.
LANDASAN TEORI
A. Kertas
1. Pengertian Kertas
Kertas adalah
bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang
berasal dari pulp.
Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan
hemiselulosa.
Kertas
dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak
kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue)
yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Adanya
kertas merupakan revolusi baru
dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia.
Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah
lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria,
Prasasti dari batu, kayu, bambu,
kulit atau tulang binatang, sutra,
bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa
abad lampau.
2. Sejarah Kertas
Peradaban Mesir
Kuno menyumbangkan papirus sebagai
media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini
digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian
menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut
Tengah dan
menyebar ke seantero Eropa,
meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal
sebagai paper dalam bahasa
Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa
Jerman, bahasa Perancis misalnya
atau papeldalam bahasa
Spanyol yang
berarti kertas.
Tercatat
dalam sejarah adalah peradaban Cina yang
menyumbangkan kertas bagi Dunia.
Adalah Tsai Lun yang
menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada
tahun 101 Masehi.
Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring
menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan
itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan
hal yang sangat rahasia.
Pada
akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama
setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran
Talas pada
tahun 751 Masehi
dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada
orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri
kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan
kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa
khususnya setelah Perang Salibdan
jatuhnya Grenada dari
bangsa Moor ke tangan
orang-orang Spanyol serta ke
seluruh dunia.
3. Pembuatan Kertas
Pada
tahun 1799,
seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat
lembaran-lembaran kertas dalam satu wire
screen yang bergerak, dengan
melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier.
Penemuan mesin silinder oleh John
Dickinson di
tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam
pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam
cylinder untuk pertama
kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927Amerika
Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.
Peningkatan
produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan
meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang.
Tahun 1814, Friedrich
Gottlob Keller menemukan
proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan
masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Wattdan Hugh Burgess mengembangkan
pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan
dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghmanmendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang
dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan
dari eksperimen dasar oleh Carl Dahlpada
tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk
sisa larutan pemasak.
4. Bahan Baku Kertas
a.
Bahan Serat
Bahan baku kertas adalah serat selulose, terutama
sekali merupakan serat dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Tapi tidak semua
serat tumbuh-tumbuhan dapat diolah menjadi kertas, melainkan hanya sebagian
kecil saja.
Beberapa
tanaman serat yang diambil untuk diolah menjadim kertas ialah :
1)
Kayu pinus, yang
dihasilkan serat kayu.
2)
Kapas, serat yang dihasilkan adalah serat rambut biji buah.
3)
Esparto, manila, serat yang dihasilkan adalah serat daun
4)
Rami, serat yang dihasilkan adalah serat kulit
5)
Jerami/merang, bamboo, tebu serat yang dihasilkan adalah serat
kulit.
Serat selulose merupakan bahan yang transparan (tembus
cahaya), Hygroskopis (mudah menyerap dan mengeluarkan air), serta tahan
terhadap asam alkali. Karena sifat ketahannya terhadap asam alkali ini serat
selulose dapat dipisahkan dari zat-zat lain yang tidak diperlukan dalam
pembuatan kertas.
b.
Bahan Penolong
Bahan baku kertas lainnya adalah bahan penolong yang
ditambahkan dalam pembuatan kertas dimana bahan ini sangat besar pengaruhnya
terhadap mutu kertas. Bahkan bahan penolong ini sering dipakai untuk
mendapatkan sifat-sifat khusus pada kertas, ada beberapa macam bahan penolong
yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kertas antara lain :
1)
Bahan Pengisi
Yang fungsinya pada kertas adalah
sebagai berikut :
-
Mengisi lembah-lembah atau bukit kosong pada permukaan kertas
sehingga permukaan kertas menjadi lebih rata dan halus.
-
Menambah kemudahan kertas untuk dibasahi oleh tinta, ini berarti juga
menambah kemampuan cetak.
-
Menambah sifat tidak tembus cahaya(opasitas) serta kecerahan
(Brightness) pada kertas.
-
Memperbaiki daya serap kertas terhadap zat air, sebab pada
hakekatnya bahan pengisi ini memperhalus.
-
Memadatkan serta menambah berat lembaran kertas.
2)
Bahan Perekat
Tujuan utama pemakaian bahan perekat
bukan sekedar untuk merekatkan atau mengikat serat-serat saja, melainkan juga
untuk menjadikan kertas punya ketahanan terhadap perembesan zat cair. Sifat ini
sangat penting sekali untuk semua jenis kertas cetak, kertas tulis, kertas
gambar, kerta bungkus ataupun kertas karton untuk pengepak.
3)
Bahan Pewarna
Bahan pewarna diberikan dengan maksud
untuk memberi kesan warna pada kertas agar kertas tersebut lebih menarik serta
dapat dipakai sesuai dengan kehendak pemesan. Kadang-kadang warna tertentu
dibutuhkan sebagai alat penganan pada kertas-kertas berharga seperti :Cek,
Ijazah, Kuitansi dan lain-lainnya sehingga tidak mudah dipalsukan.
5. Jenis-Jenis Kertas
a.
Jenis kertas berdasarkan serat yang digunakan dapat
digolongkan menjadi 2 jenis yaitu:
1)
Kerta mengandung kayu, yaitu kertas yang dibuat secara
mekanis dan masih mengandung unsur-unsur serat lainnya selain serat selulosa.
2)
Kertas bebas kayu, yaitu kertas yang dibuat secara kimia
dimana unsure-unsur yang terdapat dalam kayu dihilangkan dengan menggunakan
bahan kimia dan hasilnya adalah serat selulosa murni.
b.
Jenis kertas berdasarkan pekerjaan akhir, dapat digolongkan
menjadi 2 jenis yaitu:
1)
Kertas tidak berlapis (Uncoated paper), yaitu kertas yang
permukaannya tidak berlapis dan mempunyai 2 sisi permukaan yaitu sisi halus dan
sisi kasar. Misalnya : Kertas Cetak
(HVO), Kertas Tulis (HVS), Kertas HHI, Kertas Koran.
2)
Kertas berlapis (Coated Paper), yaitu jenis kertas yang
permukannya diberi lapisan pigmen dan bahan perekat. Kertas berlapis ini
mempunyai sifat permukaan yang halus dan hamper tidak mempunyai pori-pori.
Misalnya : Art paper, Kunsdruk, Chrome Coated, Machine Choated.
6. Jenis, Susunan dan
Penggunaan Kertas
Pada
kertas cetak pengertian mutu dan ketercetaan kertas harus benar-benar dibedakan
oleh pencetak. Kertas ilustrasi mengandung kayu (HHI), dank arena mengandung
kayu jadi mutunya kurang, namun dapat memiliki sifat ketercetakan dan dapat
menghasilkan cetakan yang bagus. Sedangkan kertas terbaik yang dibuat dari
selulosa murni mungkin sangat sukar untuk dicetak atau kadangkala untuk proses
cetak tertentu/sama sekali tidak cocok.
a.
Jenis Kertas HVS
Susunannya terdiri dari 20% kain bekas tetapi masih
sangat bagus atau dapat juga sedikit mengandung kayu atau bebas kayu, kertas
ini digunakan untuk barang berharga misalnya polis, akte pos dan pos udara, kertas
gambar, kuitansi, nota, formulir, buku tulis dll.
b.
Jenis Kertas Koran
Susunannya terdiri dari pesahan kayu dengan tambahan
20% selulosa, kelicinan kertas ini didapat/diperoleh dengan cara dilindas
dengan silinder mesin. Kertas ini biasa digunakan untuk cetak rotasi Koran yang
berupa lembar plano,untuk pekerjaan sederhana, untuk lembar bantalan, dsb.
c.
Jenis Kertas Art Paper
Susunan permukaannya dilapisi dengan pigmen dan bahan
perekat kertas, jenis kertas ini sangat mengkilap dan permukaannya sangat tertutup.
Kegunaannya untuk pekerjaan seni (ilustrasi halus) atau pengepakan mewah.
d.
Jenis Kertas HVO
Susunannya terlalu licin, sedikit mengandung kayu atau
bebas kayu. Kegunaannya untuk berbagai pekerjaan.
e.
Jenis Kertas Doorslag
Susunannya adalah kadar pengisi atau bahan pengisinya terlalu
banyak mengandung kayu. Jenis kerta ini digunakan untuk pekerjaan ilustrasi
sederhana.