Sabtu, 11 Januari 2014

Peranan Kertas dalam Grafika




BAB I
PENDAHULUAN

Pada era digital ini, teknik cetak tidak begitu saja ditinggalkan karena berbagai bidang kehidupan membutuhkan hasil-hasil cetak. Seperti buku, koran, kemasan, sampai dengan uang. Salah satu teknik cetak yang sering digunakan adalah teknik cetak offset. Cetak offset adalah proses pengalihan tinta dari acuan cetak berupa pelat datar ke blanket, kemudian tinta dialihkan ke bahan cetak. Teknik cetak offset dapat digunakan untuk mencetak berbagai macam media seperti buku, majalah, surat kabar, kemasan, uang, dan lain-lain.
Perbedaan antara cetak offset dan teknik cetak lain pada dasarnya terdapat pada acuan cetaknya. Cetak offset menggunakan acuan cetak berupa lembaran pelat aluminium yang dibuat dengan dua cara. Pertama melalui pembuatan film terlebih dahulu yang kemudian pelat dibuat dengan cara penyinaran. Kedua tanpa melalui proses pembuatan film, pelat dibuat menggunakan Computer to Plate yang menggunakan sinar UV.
Bahan yang umum digunakan dalam cetak offset yaitu kertas, tinta, dan bahan-bahan kimia seperti Isopropil Alcohol, GOM, Fountain Solution dan lain-lain. Jenis kertas yang digunakan juga berbeda-beda sesuai dengan jenis cetakan yang dibuat, seperti HVS dan HVO untuk isi buku, kertas koran untk surat kabar, Art Paper untuk majalah dan kalender, dan lain-lain. Kertas- kertas tersebut mempunyai kualitas dan sifat-sifat khusus untuk dicetak, masing-masing kertas mempunyai sifat berbeda sesuai dengan bahan penyusunnya dan kegunaannya.
Tinta yang digunakan dalam cetak offset yaitu pigmen. Terdapat empat warna dasar yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna dasar tersebut dapat menciptakan beribu-ribu warna sesuai dengan kadar campurannya. Selain wana dasar tersebut juga terdapat warna-wana khusus. Warna-warna khusuus diciptakan karena campuran warna CMYK tidak dapat mencapai warna yang diinginkan.
Pada makalah ini kami lebih fokus membahas tentang pengaruh bahan cetak terhadap pencapaian kualitas hasil cetak pada proses cetak, terutama kertas dan tinta.




                                                                              BAB II
LANDASAN TEORI

A.      Kertas
1.      Pengertian Kertas
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

2.      Sejarah Kertas
Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papeldalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salibdan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

3.      Pembuatan Kertas
Pada tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson di tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.
Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Wattdan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghmanmendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahlpada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak.

4.      Bahan Baku Kertas

a.      Bahan Serat
Bahan baku kertas adalah serat selulose, terutama sekali merupakan serat dari tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Tapi tidak semua serat tumbuh-tumbuhan dapat diolah menjadi kertas, melainkan hanya sebagian kecil saja.

Beberapa tanaman serat yang diambil untuk diolah menjadim kertas ialah :
1)      Kayu pinus,  yang dihasilkan serat kayu.
2)      Kapas, serat yang dihasilkan adalah serat rambut biji buah.
3)      Esparto, manila, serat yang dihasilkan adalah serat daun
4)      Rami, serat yang dihasilkan adalah serat kulit
5)      Jerami/merang, bamboo, tebu serat yang dihasilkan adalah serat kulit.

Serat selulose merupakan bahan yang transparan (tembus cahaya), Hygroskopis (mudah menyerap dan mengeluarkan air), serta tahan terhadap asam alkali. Karena sifat ketahannya terhadap asam alkali ini serat selulose dapat dipisahkan dari zat-zat lain yang tidak diperlukan dalam pembuatan kertas.

b.      Bahan Penolong
Bahan baku kertas lainnya adalah bahan penolong yang ditambahkan dalam pembuatan kertas dimana bahan ini sangat besar pengaruhnya terhadap mutu kertas. Bahkan bahan penolong ini sering dipakai untuk mendapatkan sifat-sifat khusus pada kertas, ada beberapa macam bahan penolong yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kertas antara lain :
1)      Bahan Pengisi
Yang fungsinya pada kertas adalah sebagai berikut :
-          Mengisi lembah-lembah atau bukit kosong pada permukaan kertas sehingga permukaan kertas menjadi lebih rata dan halus.
-          Menambah kemudahan kertas untuk  dibasahi oleh tinta, ini berarti juga menambah kemampuan cetak.
-          Menambah sifat tidak tembus cahaya(opasitas) serta kecerahan (Brightness) pada kertas.
-          Memperbaiki daya serap kertas terhadap zat air, sebab pada hakekatnya bahan pengisi ini memperhalus.
-          Memadatkan serta menambah berat lembaran kertas.
2)      Bahan Perekat
Tujuan utama pemakaian bahan perekat bukan sekedar untuk merekatkan atau mengikat serat-serat saja, melainkan juga untuk menjadikan kertas punya ketahanan terhadap perembesan zat cair. Sifat ini sangat penting sekali untuk semua jenis kertas cetak, kertas tulis, kertas gambar, kerta bungkus ataupun kertas karton untuk pengepak.
3)      Bahan Pewarna
Bahan pewarna diberikan dengan maksud untuk memberi kesan warna pada kertas agar kertas tersebut lebih menarik serta dapat dipakai sesuai dengan kehendak pemesan. Kadang-kadang warna tertentu dibutuhkan sebagai alat penganan pada kertas-kertas berharga seperti :Cek, Ijazah, Kuitansi dan lain-lainnya sehingga tidak mudah dipalsukan.




5.      Jenis-Jenis Kertas

a.        Jenis kertas berdasarkan serat yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu:
1)      Kerta mengandung kayu, yaitu kertas yang dibuat secara mekanis dan masih mengandung unsur-unsur serat lainnya selain serat selulosa.
2)      Kertas bebas kayu, yaitu kertas yang dibuat secara kimia dimana unsure-unsur yang terdapat dalam kayu dihilangkan dengan menggunakan bahan kimia dan hasilnya adalah serat selulosa murni.
b.          Jenis kertas berdasarkan pekerjaan akhir, dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu:
1)        Kertas tidak berlapis (Uncoated paper), yaitu kertas yang permukaannya tidak berlapis dan mempunyai 2 sisi permukaan yaitu sisi halus dan sisi kasar.  Misalnya : Kertas Cetak (HVO), Kertas Tulis (HVS), Kertas HHI, Kertas Koran.
2)        Kertas berlapis (Coated Paper), yaitu jenis kertas yang permukannya diberi lapisan pigmen dan bahan perekat. Kertas berlapis ini mempunyai sifat permukaan yang halus dan hamper tidak mempunyai pori-pori. Misalnya : Art paper, Kunsdruk, Chrome Coated, Machine Choated.

6.      Jenis, Susunan dan Penggunaan Kertas

Pada kertas cetak pengertian mutu dan ketercetaan kertas harus benar-benar dibedakan oleh pencetak. Kertas ilustrasi mengandung kayu (HHI), dank arena mengandung kayu jadi mutunya kurang, namun dapat memiliki sifat ketercetakan dan dapat menghasilkan cetakan yang bagus. Sedangkan kertas terbaik yang dibuat dari selulosa murni mungkin sangat sukar untuk dicetak atau kadangkala untuk proses cetak tertentu/sama sekali tidak cocok.



a.        Jenis Kertas HVS
Susunannya terdiri dari 20% kain bekas tetapi masih sangat bagus atau dapat juga sedikit mengandung kayu atau bebas kayu, kertas ini digunakan untuk barang berharga misalnya polis, akte pos dan pos udara, kertas gambar, kuitansi, nota, formulir, buku tulis dll.
b.        Jenis Kertas Koran
Susunannya terdiri dari pesahan kayu dengan tambahan 20% selulosa, kelicinan kertas ini didapat/diperoleh dengan cara dilindas dengan silinder mesin. Kertas ini biasa digunakan untuk cetak rotasi Koran yang berupa lembar plano,untuk pekerjaan sederhana, untuk lembar bantalan, dsb.
c.    Jenis Kertas Art Paper
Susunan permukaannya dilapisi dengan pigmen dan bahan perekat kertas, jenis kertas ini sangat mengkilap dan permukaannya sangat tertutup. Kegunaannya untuk pekerjaan seni (ilustrasi halus) atau pengepakan mewah.
d.    Jenis Kertas HVO
Susunannya terlalu licin, sedikit mengandung kayu atau bebas kayu. Kegunaannya untuk berbagai pekerjaan.
e.    Jenis Kertas Doorslag
Susunannya adalah kadar pengisi atau bahan pengisinya terlalu banyak mengandung kayu. Jenis kerta ini digunakan untuk pekerjaan ilustrasi sederhana.