Sabtu, 11 Januari 2014

Alur Proses Produksi


1.      Proses Persiapan
Persiapan dilakukan untuk menindaklanjuti berdasarkan ACC Proof Print yang telah dilakukan oleh Proof Departement:
1.      Menentukan mesin cetak yang efektif untuk digunakan untuk proses produksi.
2.      Proses montage (Penyusunan cetakan kedalam layout yang sudah disesuaikan dengan indeling yang sudah dibuat oleh bagian kalkulasi)
3.      Pembuatan plate cetak. Pembuatan plate dilakukan oleh Departemen CTP (Computer to Plate). Proses sangat cepat karena dari komputer bisa menghasilkan output berupa plate yang digunakan untuk proses cetak.
4.      Melakukan pengadaan bahan-bahan untuk penunjang proses cetak permintaan konsumen meliputi: kertas, tinta, varnish, die cut pisau, foil, emboss, dll)
5.      Membuat jadwal pengerjaan untuk masing-masing produksi dan membuat jadwal kapan produksi dapat di terima oleh konsumen.

2.      Proses Sheet Cutting
Departemen ini yang bertugas untuk membuat potongan kertas sesuai dengan PP (Perintah Produksi) yang diberikan oleh departemen planning sebelum masuk ke proses produksi yang sebenarnya, dengan tujuan membuat ukuran kertas yang sesuai dengan ukuran kertas yang disesuaikan dengan ukuran mesin cetak dan spesifikasi yang diinginkan. Walaupun sebenarnya departemen ini terlihat sederhana namun memegang peranan penting untuk proses selanjutnya. Pada departemen ini kertas yang diambil pada departemen gudang masih dalam bentuk lembaran yang berukuran besar. Untuk dapat masuk ke mesin cetak yang sudah di tentukan oleh indelling maka dilakukan pemotongan kertas.
3.      Proses Printing
Departemen ini adalah departement produksi utama dari keseluruhan proses dalam sebuah percetakan dan merupakan pendahulu/predecessor dari proses produksi sebelum dilakukan proses lainnya.
Mesin cetak berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan warna terbagi menjadi :
·        Mesin cetak satu warna seperti KOR, KORS, dan KORD mesin cetak ini biasanya selain digunakan untuk gunakan untuk mencetak dengan menggunakan satu jenis warna, mesin ini juga dapat dimodifikasi untuk proses effect cetak seperti:
o   Irridition : memberi efek cetak berupa gambar yang tersamar atau agak berbayang yang biasanya digunakan untuk menambahkan logo perusahaan atau tulisan tersamar pada gambar yang sebenarnya.
o   UV : proses memberikan efek cetak berupa hasil gambar yang lebih mengkilap/memberikan tingkat glossiness lebih tinggi dari hasil cetakan sebelumnya.
o   Matt : proses memberikan efek cetak berupa hasil gambar yang menghasilkan warna asal lebih kusam dari hasil cetakan sebelumnya/ mematikan warna asal.
·        Mesin cetak dua warna mesin cetak ini biasanya selain digunakan untuk gunakan untuk mencetak dengan menggunakan dua jenis warna, jenis mesin ini antara lain adalah mesin SORDZ, SORM, dan SORMZ.

·        Mesin cetak empat warna mesin cetak ini mampu menghasilkan kombinasi 4 jenis warna atau yang biasa dikenal dengan warna CMYK atau separation color.
Karena proses cetak berasal dari pengabungan beberapa warna atau pada saat proses separasi warna (untuk cetak lebih dari 1 warna) yang disatukan membentuk sebuah image, maka warna-warna tersebut harus tepat bertumpuk diatas warna sebelumnya sesuai urutan warna yang telah disusun sebelumnya. Untuk membantu proses tersebut maka dibuatlah acuan berupa overlapping diatas sebuah tanda salah satunya adalah mengunakan T-Bar (tanda menyerupai huruf T), proses ini disebut proses registrasi.
4.      Proses Completing
Setiap pesanan cetakan yang memasuki proses completing harus sesuai dengan yang telah di tuliskan dalam indeling. Proses ini digunakan untuk membuat cetakan terlihat lebih menarik, warna cetakan terlihat maksimal. Proses completing terdiri dari :
a.      Proses Coating
Pelapisan cetakan dengan bahan kimia tertentu sesuai dengan fungsinya: Coating yang berfungsi sebagai varnish mempunyai fungsi memperbaiki hasil cetakan agar terlihat glossy (mengkilat) dan juga melindungi cetakan agar tidak rusak. Bahan baku coating dapat dibedakan menjadi: varnish kaca, varnish UV, water based varnish, dan OV varnish. Sedangkan coating yang mempunyai fungsi tertentu  dapat dibedakan menjadi beberapa fungsi di antaranya adalah Grease Resistance yang mempunyai fungsi menjaga cetakan dari minyak yang biasanya digunakan pada cetakan produk makanan, Fungicida Resistance yang mempunyai  fungsi mencegah produk agar tidak jamuran biasanya digunakan pada cetakan sabun, Water Resistance yang mempunyai fungsi menjaga cetakan agar tahan terhadap air, biasanya digunakan pada cetakan produk ice cream, dan Premier yang berfungsi agar tinta dapat menempel secara maksimal pada kertas tertentu, biasanya digunakan untuk proses cetak selanjutnya. Bahan campuran air dan water gloss 1 : 2 untuk ketebalan standar.

Jenis varnish yang sering dipakai ada beberapa jenis diantaranya adalah :
·              UV, memiliki efek gloss yang berpendar akibat pemanasan UV.
·              Matt, membuat warna menjadi lebih suram.
·              Kaca, membuat efek clear seperti kaca.
·              WB, membuat lapisan gloss yang tidak mengandung minyak.
·              Heat Seal, sebagai lapisan perekat.
·              X300, sebagai lapisan anti air.
·              Metasol, sebagai lapisan anti lembab.
b.      Proses Hot Stamping Foil
Hot stamping foil  atau foil berfungsi agar cetakan terlihat elegan. Foil yang sering digunakan dalam produksi adalah gold, silver, dan holo diffraction. Bahan foil yang digunakan biasanya berbentuk roll, sedangkan untuk master yang digunakan dinamakan klise yang terbuat dari logam yang sarana pembuatan klise dari film yang dibuat oleh PT Pura Barutama Unit Repro. Mesin hot stamping foil :GTP, Yahwa, HCA.
c.       Proses Laminasi
Adalah proses pelapisan suatu substrate (kertas / cetakan), bisa dari flute, OPP (gloss, holo, matt) yang mempunyai fungsi sebagai pelindung cetakan dari gesekan, untuk mendapatkan sifat khusus. Mesin laminasi : Kerma, OPP, dan Flute.
d.      Proses Cutting Creasing
Cutting Creasing adalah proses pembentukan dari cetakan menjadi box atau lainya, sesuai dengan ukuran dan bentuk dari permintaan konsumen. Pada proses ini pembuatan pisau untuk cutting creasing di siapkan oleh departemen pisau yang sudah disesuaikan dengan template sesuai dengan montage yang dibuat oleh departemen CTP. Mesin cutting creasing : BOBST, HCA, SBB, SBG, SBD, Kerma, Gordon.
Jenis mata pisau yang digunakan pada proses cutting creasing :
·        Line :
ukuran Lebar 23,0 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis lipatan
·        Perforasi :
ukuran Lebar 23,7 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis patah-patah (grid) sebagai permukaan yang direncanakan akan diberi cairan perekat.
·        Cutter :
ukuran Lebar 23,7 mm dan tebal 0.7 mm
digunakan untuk membentuk garis potong untuk digunakan sebagai media bantu dalam mengambil bentuk yang diinginkan.
Sedangkan sebagai dudukan antara kertas dan mata pisau digunakan lembaran panjang yang disebut kanal.
e.       Proses Embossing
Embossing adalah suatu proses pembentukan image terlihat timbul pada suatu cetakan. Biasanya ditempatkan pada bagian teks atau logo, agar menonjolkan ciri khas pada suatu cetakan. Emboss apabila diraba oleh tangan akan terasa menonjol. Mesin embossing dapat diaplikasikan pada mesin cutting creasing) : HCA, BOBST, Gordon.
Secara teknis pengerjaan emboss terjadi karena adanya penekanan antara plate cetakan dan plastik cetakan yang secara simultan membentuk relief dan alur potong pada permukaan kertas. Pembuatan plate dilakukan oleh Departemen Pisau secara manual dengan menempelkan plate cetakan diatas cussion. Sedangkan untuk plastik pembentuknya dibuat dengan menggunakan mesin Goliath menggunakan plate yang berfungsi sebagai cetakan plastic yang telah dipanaskan dan mencair yang kemudian ditekan sampai terbentuk relief plastik sebagai lawan dari plate.
f.        Proses Lipat
Mesin lipat digunakan untuk membantu proses akhir setelah dilakukan pemotongan pieces, biasa digunakan untuk beberapa produk tertentu. Tujuannya adalah mempercepat proses akhir, dengan pertimbangan jarak lini lipat dengan lini potong etiket tidak bersebelahan.

5.      Proses Finishing
Berikut urutan dari proses finishing :
-     Stripping / Cabut
      Hasil dari cutting creasing melalui proses cabut untuk memisahkan antara cetakan terpakai dengan plano kertas.
-     Folding & Glueing
      Proses pelipatan dan pengeleman dari hasil cabut, pada proses ini dapat juga dilakukan dengan mesin ataupun dengan menggunakan tenaga manusia untuk folding glueing untuk membantu mempercepat proses pengiriman.
-     Sortir
      Adalah proses seleksi akhir antara produk jadi yang baik sesuai dengan standar yang telah diminta oleh konsumen dengan produk yang tidak sesuai standar. Proses ini dilakukan dengan manual menggunakan ketelitian SDM.