A. LATAR BELAKANG
Sistem adalah kumpulan interaksi dari
sub sistem, dan Administrasi dalam
arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat,
pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis
ketatausahaa sedangkan Gudang adalah tempat penyimpanan barang sementara.
Dengan
kata lain, sistem pengelolaan administrasi gudang adalah kegiatan bagian gudang yang menerima, menyimpan,
mengeluarkan, mencatat mutasi barang dan membuat laporan persediaan barang
gudang . Mengingat
sistem begitu kompleks, diperlukan software yang menangani semuanya secara
terintegrasi. Jika pada lingkup administrasi tidak ditangani dengan baik, maka
yang kena getahnya adalah logistik dan peralatan.
B. MANFAAT
Manfaat sistem pengelolaan administrasi gudang
adalah untuk:
1. Terjaganya kualitas dan kuantitas logistik dan peralatan.
2. Tertatanya logistik dan peralatan.
3. Peningkatan pelayanan pendistribusian.
4. Tersedianya data dan informasi yang lebih akurat, aktual dan akuntabel.
5. Kemudahan akses dalam pengendalian dan pengawasan.
6. Tertib administrasi.
C. METODE/FASE
1. Fase
Inisiaisasi
Dalam fase inisialisasi ini meliputi layak atau
tidaknya system itu dibuat dimulai dari pembuatan anggaran biaya pembuatan
sampai pada pengembangan system, membuat job descpription dan perencanaan waktu
yang tepat dan sesuai job.
2. Fase
Perencanaan dan Perancangan
Fase
perencanaan dan pengembangan yaitu meliputi,
·
Rencana kerja : Membuat jadwal kerja beserta job
description
yang
harus dikerjakan para SDM.
·
Rencana keuangan : Mmbuat dan menghitung pemasukan dan
pengeluaran
anggaran dana dalam membuat
dan
mengembangan system yang akan dibuat.
·
Rencana SDM : Membuat list data sdm yang
dibutuhkan sesuai
skill yang
dimiliki sdm untuk membuat sitem
·
Rencana Kualitas : Membuat perancangan peningkatatan
produktifitas dan kualitas system tersebut
·
Rencana resiko : Menghitung dan membuat perencanan
resiko
agar terbebas dari kesalahan atau memperkecil
tingkat kesaalahan system yang dibuat.
·
Rencana
penerimaan : Membuat persetujuan dari
klien bahwa proyek
tersebut sesuai dengan kriteria yang
dimiliki.
·
Rencana
komunikasi : Mengumpulkan informasi yang
dibutuhkan
oleh SDM,
membuat jadwal distribusi setiap
SDM dan proses
mengatur informasi
3. Fase
Pelaksanaan dan Pengembangan
Dalam fase ini meliputi pembuatan analisis perancangan
system, desain system dan software, menyusun deskripsi struktur komponen system
yang akan digunakan dalam pengembangan software pengelolaan kartu gudang,
pemodelan, modeling language, desain interface, database.
Sedangkan dalam pengembangan system itu sendiri
meliputi software, itegrasi system, the bug, dan programmer.
4. Fase
Pengawasan dan Pengendalian
Kegiatan dalam fase ini yaitu memberikan laporan
secara periodic kepada pengambil kebijakan untuk memberikan gambaran
perkembangan dan kelangsungan system informasi pengelolaan gudang secara
menyeluruh.
5. Fase
Penyelesaian
Dalam fase penyelesaian dilakukan pengujian terhadap
system dan laporan yang berisi semua data tentang system tersebut.
D. CONTOH KASUS
Sistem
pengelolaan administrasi gudang adalah kegiatan bagian gudang yang menerima, menyimpan,
mengeluarkan, mencatat mutasi barang dan membuat laporan persediaan barang
gudang .
1.
Bagian pembelian
membeli barang, lalu diterima oleh bagian gudang. Dan barang yang diterima
dicatat dalam kartu gudang di bagian gudang.
2. Bagian
gudang membuat laporan persediaan barang rangkap 2, lembar 1 disimpan sebagai
arsip, lembar 2 dikirim ke bagian penjualan.
3. Bagian
penjualan membuat faktur penjualan rangkap 3, lembar 1 dan 2 dikirim ke bagian
gudang, lembar 3 disimpan sebagai arsip.
4. Bagian
gudang menyiapkan barang sesuai dengan data yang tercantum dalam faktur
penjualan, lalu menyerahkan barang beserta tembusan, lembar 2 faktur penjualan
kepada bagian pengiriman.
5. Bagian
pengiriman membuat surat order pengiriman rangkap 2, lembar 1 sebagai arsip,
lembar 2 dikirim ke bagian gudang.
6. Bagian
gudang menerima surat order pengiriman dan mencatat faktur penjualan dalam
kartu gudang.
7. Bagian
gudang membuat laporan mutasi keluar dan mutasi masuk kuantitas persediaan
barang, lalu disimpan sebagai arsip.
E. FLOWCHART
Flowchart
atau Bagan alir adalah bagan (chart) yang menunjukkan
alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.
F. DIAGRAM KONTEKS
Diagram konteks adalah
diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu
sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan
seluruh input ke sistem atau output dari sistem.
G. DIAGRAM NOL/ZERO
Diagram
nol / zero adalah diagram yang menggambarkan dari data flow diagram.
