Selasa, 05 Maret 2013

laporan industri grafika




BAB  I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perguruan Tinggi merupakan wadah yang potensial untuk membentuk kesiapan generasi muda dengan bekal kompetensi yang berkualitas dalam dunia pendidikan khususnya PendidikanTinggi, Kunjungan industri dinilai sebagai langkah tepat untuk meningkatkan  kualitas pembelajaran dan pemahaman sekaligus praktek nyata sebagai hakekat kompetensi itu sendiri.Hal tersebut dilakukan dengan metode observasi langsung berkaitan dengan teori teori yangtelah dipelajari.
Globalisasi yang pada akhirnya disusul dengan perdagangan bebas merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi. Kesiapan generasi muda sebagai penerus bangsa dalam menghadapinyaakan menentukan apakah globalisasi tersebut merupakan sebuah ancaman, ataukah suatu kendaraan menuju kemajuan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik maka sebagaigenerasi penerus bangsa sangat dibutuhkan kompetensi yang memadai untuk terjun dalam persainganglobal tersebut.
Kunjungan industri merupakan salah satu kegiatan Mahasiswa Jurusan Teknik GrafikaPoliteknik Negeri Media Kreatif  yang diadakan sebagai praktek nyata mata kuliah dengan tujuanuntuk memperluas wawasan dan menambah pengalaman serta meningkatkan kualitas belajar   mengajar dalam mengaplikasikan teori yang telah diajarkan dan di pelajari.
Kunjungan industri merupakan salah satu upaya pembelajaran yang dilakukan denganmetode observasi langsung. Melalui metode ini diharapkan akan tercipta suasana belajar efektif,sehingga Mahasiswa lebih memahami aplikasi dari teori teori yang diajarkan selama kuliah terlaksana.
Dengan demikian kunjungan Industri menjadi suatu kegiatan utama untuk mahasiswa dalam mencapai prospek kedepannya.
Tujuan

Menggali keilmuan dan pengalaman dari objek lapangan  kerja.
Menjalin hubungan kerjasama antar perusahaan dengan civitas akademika Politeknik Negeri Media Kreatif  Jakarta
Membandingkan teknologi grafika khususnya yang ada di Politeknik Negeri Media Kreatifdengan perusahaan.
Menyeimbangkan pola pikir kerja yang dinamis.
Melatih mahasiswa untuk dapat  menganalisis suatu masalah yang terjadi pada perusahaan guna mencapai tujuan bersama.


Manfaat

Peserta dapat memahami dan membandingkan teknologi dan realitas kerja yang ada dilapangandengan keilmuan dari kampus.
Menjadi pedoman berfikir mahasiswa.
Terjalinnya pola hubungan mutualisme antar perusahaan atau pelaku usaha dengan kampus Politeknik Negeri Media Kreatif.
Dapat memahami secara langsung tentatang dunia kerja nyata khususnya di bidang grafika

Bentuk dan Pelaksanaan Kegiatan
Bentuk kegiatan ini berupa suatu kunjungan industri untuk membedakan teknologi  mesin-mesin yang digunakan untuk praktikum dengan mesin-mesin yang diterapkan di industri secara langsung oleh Mahasiswa yang dilaksanakan dilapangan atau dunia kerja sesuai dengan bidang atau jurusan masing-masing melalui pembinaan dan pengarahan dari dosen pembimbing serta dibawah pengawasan dan kontrol dari pihak berwenang dari setiap perusahaan atau intansi yang terkait.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini besok pada :
Hari/Tanggal : 14 Desember 2012
Waktu : 16.00 - Selesai
Tempat : PT. Pikiran Rakyat
   Jln. Asia Afrika No 77 Brago Bandung , Jawa barat
Peserta Kegiatan
Kegiatan kunjungan industri ini diikuti oleh sebagian Mahasiswa Politeknik Negeri Media KreatifJakarta Jurusan Teknik Grafika 3A sebanyak 23 orang dan Dosen pembimbing 2 orang.Adapun daftar peserta dalam kegiatan tersebut kami lampirkan pada lampiran 2.









BAB.II
HASIL KUNJUNGAN

Bagian Pada Mesin Cetak Web Offset
Mesin cetak web offset mempunyai perbedaan yang besar pada masing-masing unitnya dengan mesin cetak offet lembaran. Mungkin sebagian besar dari mesin web offset mempunyai fungsi yang sama tapi cara kerjanya berlainan dengan mesin offset lembaran.
Mesin cetak web offset mempunyai bagian-bagian utama  yaitu :
Reelstand
Reelstand mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting untuk kelanjutan pencetakan yaitu :
Untuk menyangga kertas dalam bentuk gulungan.
Untuk mengatur ketegangan kertas.
Tempat untuk melakukan proses penyambungan.
Untuk Mengatur posisi kertas.
Pada reelstand mempunyai beberapa perangkat mekanik dan elektrik yang mempunyai fungsi masing-masing. Untuk perangkat mekanik mempunyai bagian-bagian seperti berikut :
Arm, Berfungsi untuk menumpu Aeroshaft.
Aeroshaft, Berfungsi sebagai bantalan pemegang rol kertas.
Dancing Roll, Berfungsi untuk mengatur atau menjaga ketegangan kertas ketika melakukan produksi atau mulai mencetak.
Brush, Pada saat penyambungan brush berfungsi sebagai penekan web (roll kertas) yang mau habis pada saat splashing.
Knife, (Pisau) Berfungsi pada saat penyambungan yaitu untuk memotong kertas web pada saat splashing.
Sidelay Assembly (Web Sidelay Control), Berfungsi sebagai pengatur lateral atau untuk mengatur posisi kertas web agar posisi kertas web nya sama dengan kertas web yang sedang jalan.
Brake Assembly (Rem), Berfungsi untuk mengatur cepat atau lambatnya jumlah putaran roll kertas.
Roda Akselator, Berfungsi sebagai pentransfer putaran dari roll accelerator ke roll baru atau sebagai pembantu roll kertas agar perputaran roll kertas dapat mengikuti atau menyesuaikan dengan kecepatan mesin.




Persiapan Reelstand
Periksa Kerja Reelstand
Periksa kondisi reelstand.
Periksa sitem mekanis dan elektronis.
Periksa kondisi semua aeroshaft dan pompa semua.
Periksa Rol Kertas
Periksa merk, jenis, lebar, gramatur dan diameter kertas.
Periksa kondisi kertas.
Periksa core kertas.
Pasang as/shaft sesuai lebar kertasnya.
Siapkan kertas sesuai perkiraan kebutuhan.
Siapkan pola webbing.
Siapkan kertas untuk penyambungan sesuai pola.
Catat nomor dan berat kertas setiap rol yg dipakai.

Unit Pembasahan
Unit pembasahan pada mesin offset berfungsi untuk memberi lapisan air tipis dan merata pada seluruh permukaan pelat khususnya pada daerah non-image area. Pada mesin Goss Universal 50, unit pembasahannya sudah tidak lagi menggunakan rol karet yang dibungkus dengan kain atau disebut juga Sistem Konvensional tapi pada mesin ini sudah menggunakan sitem spray yaitu sistem pembasahan yang bekerja seperti spray yang menyemprotkan air. Dan bentuk daerah semprotannya berbentuk V dan unitnya bernama Spray Bar.
Sistem ini tetap menggunakan rol form air tapi tidak memakai rol jilat dan rol bak air dan juga tidak memakai bak air karena airnya di transfer dengan mesin pompa yng airnya sudah dicampur dengan fountain dan alcohol.
Biasanya pemeriksaan pada air dampening system dilakukan pada saat mulai pencetakan dengan alat sebagai berikut :
PH meter : alat yang digunakan untuk mengetahui nilai ph pada air dampening dan air baku, biasanya pada air dampening memiliki nilai ph antara 5 sampai 6, sedangkan pada air baku 6.5 sampai 7.
Conductivity : alat yang digunakan untuk mengukur nilai conduct pada air dampening dan air baku.

Unit Penintaan
Unit penintaan pada mesin offset berfungsi untuk memberikan lapisan tinta ke permukaan pelat, khususnya pada imag area sesuai engan image yang ada pada permukaan pelat. Pada daerah blok (shadow) diberikan tinta yang sesuai dengan daerah tersebut, sedangkan pada daerah highlight (terang) diberikan lapisan tinta yang sesuai (tipis) ataupun tidak diberikan lapisan tinta untuk daerah blank (tidak bergambar).
Unit penintaan pada mesin web GU 50 (Goss Universal 50) terdiri dari rol-rol penintaan antara lain :
Rol Bak Tinta (Ink Drum)
Rol Jilat (Micromatik)
Transfer Rol
Rol Perata (Oscilator)
Rol Distribusi
Sepasang Rol Form Tinta
 Pada mesin GU 50 penyetelan unit penintaan pda bak tinta untuk banyaknya jumlah tinta sudah dilakukan dengan cara otomatis yaitu di atur di console desk. Dan untuk mengatur tekanan antara rol-rol tinta dengan cara melihat jejak tinta dan menggunakan tinta kuning dengan cara memutar mur dengan menggunakan kunci pass.






GAMBAR 1 Unit “N” Pada Mesin Goss Universal
Keterangan Gambar : A. Rol bak Tinta
B. Rol Jilat Tinta
C. Transfer Roll
D. Rol Perata
E. Rol Distribusi
F. Rol Form
G. Bak Tinta

Unit Pencetakan
Unit pencetakan adalah bagian dari mesin cetak web offset yang berfungsi sebagai tempat terjadinya proses pemindahan gambar dari acuan cetak ke blanket dan kemudian diteruskan ke media cetak (kertas) dengan bantuan tekanan dari kedua silinder blanket terus menerus.







GAMBAR 2 Unit Pencetakan
Silinder Pelat
Silinder pelat berfungsi sebagai tempat kedudukan pelat cetak atau pemegang pelat cetak. Silinder ini menerima tinta dan air pembasah pada saat pencetakannya. Pada pemasangan pelat, saat memasukan kop dan ekor pelat sudah tidak dikunci lagi dengan memutar baut karena saat kop dan ekor pelat masuk ke clamp, kop dan ekor pelat akan terkunci otomatis.
Pelat yang digunakan merupakan jenis pelat negatif yang dalam pembuatannya dengan teknologi CTP (Computer to Plate). Pelat yang digunakan termasuk jenis pelat straight dengan ukuran 596 x 837 mm.
Silinder Blanket
Silinder berfungsi sebagai tempat kedudukan kain karet atau sebagai pemegang kain karet (blanket) beserta packingnya. Silinder ini merupakan media perantara yang mengalihkan tinta yang berasal dari pelat cetak menuju ke media cetak (kertas).
Pada saat pencetakan, antara silinder blanket saling bertemu atau bersinggungan untuk menhasilkan suatu tekanan cetak (tanpa menggunakan bantuan silinder impresion).

Penanganan Blanket (Kain Karet)
Tebal Blanket (Kain Karet) :
Tebal kain karet berkisar antara 1,65 – 1,95 mm.
Tebal 1,65 mm untuk mesin cetak ofset kecil.
Tebal 1,90 – 1,95 mm banyak dipakai pada mesin cetak offset besar (1,90 mm untuk blanket jenis konvensional dan 1,95 mm untuk blanket jenis compresible).

Kekenyalan Kain Karet
Terdapat 3 macam kekenyalan kain karet yaitu :
Kain karet lunak, 65o – 70o SHORE (mencetak blok)
Kain karet sedang, 70o – 75o SHORE (mencetak text dan raster)
Kain karet keras, diatas 75o SHORE (mencetak raster)
Perawatan Kain Karet
Tujuan perawatan kain karet adalah agar lapisan karet sintetis atas yang langsung menerima tinta tetap dalam kondisi baik, sehingga tetap bisa menerima tinta dan memindahkan tinta dengan sempurna.
Bahan untuk perawatan kain karet adalah :
Spare Gum, berfungsi untuk : Menyerap kotoran yang tertinggal dalam pori –pori kain karet dan Mengembangkan permukaan kain karet untuk sementara.
Smash atau Blanket Repair Berfungsi untuk mengembangkan permukaan kain karet, bersifat permanen.
Pemasangan Blanket (Kain Karet)
Dalam pemasangan kain karet peru diperhatikan beberapa hal yaitu
Keempat sisi kain karet dipotong siku.
Pemasangan pada bagian penjepit tepat pada arah benang induk.
Pembuatan lubang kain karet tepat pada baut pengikatnya.
Ukuran lembar bantalan harus sedikit lebih kecil daripada ukuran kain karet.
Ketebalan kain karet dan lembara bantalan sesuai dengan ketentuan mesin cetak.
Pemasanga kain karet harus berada pada sisi dalam cincin ukur (bearer)
Penegang kain karet dilakukan secara bertahap.
Ganjal Rata atau Pentustelan Blanket (Kain Karet)
Dalam pelaksanaan pencetakan settig timbul masalah yang mengakibatkn permukaan kain karet menjadi kurang rata akibat kertas rangkap, melipat, mengkerut, dsb. Apabila pemulihan kembali permukan kain karet sudah tidak bisa diatasi dengan spare gom maupun smah maka harus dilakukan ganjl rata atau pentustelan pada blanket (kain karet).
Cara Pentuselan :
Menggunakan sembarang pelat, dicetak tanpa air pembasa, ketebalan tinta dan tekanan cetak manual.
Dari hasil cetakan akan diketahui bagian permukaan kain karet yang tidak rata.
Pentustelan dilakukan dengan menggunakan kertas tipis (dorslag) yang ditempelkan dengan fet atau oli.

Penyimpanan Blanket Yang Baik
Hindarkan dari sinar matahari atau sinar lampu secara langsung yang dapat menyebabkan permukaan blanket retak.
Simpan di tempat yang gelap, dingin, dan kering.
masukan ke dalam tabung karton atau disimpan mendatar, permukaan bertemu dengan permukaan, punggung bertemu punggung, untuk menghindari masalah patern atau embos.
Turner Bar
Roll Hantar Roll yang berfungsi sebagai guide web dan sebagai penahan tekanaweb dan juga sebagai menahan kestabilan ketegangan kertas (Tension).
Cross Bar Roller Roll yang berfungsi untuk merubah posisi dan membalik posisi halaman.
By Window Roller Roll yang berfungsi untuk merubah posisi dan membalik posisi halaman.
Air Sistem Perangkat motor blower yng digunakan supply angin ke cross bar.
Unit Pengeluaran
Unit pengeluaran adalah bagian akhir mesin yang dilewati kertas yang telah tercetak melalui rol – rol hantar kertas. Pada mesin web offset unit pengeluarannya disebut folder.
Folder merupakan bagian pengeluaran yng terdapat pada mesin cetak offset web. Pada bagian ini kertas yang telah selesai tercetak akan dilipat, dipotong lalu dilipat lagi sesuai proses selanjutnya (broad Sheet, Quarter fold, double parallel) sehingga menghasilkan produk cetak yang sudah siap digunakan untuk diekspedisi (koran dan Tabloid) ataupun produk lain yang dilanjutkan ke bagian finishing.
Dengan sistem pengeluaran yang berupa folder, maka proses pembuatan sebuah koran dapat berlangsung sangat cepat sehingga tidak lagi menggunakan proses lipat di mesin lipat dan kertas tidak lagi dipotong denagn mesin potong karena semua itu sudah terkandung dalam folder. Untuk hasil cetakan quarter fold dan double parallel pada folder terdiri dari pisau pemotong, gripper pembawa kertas yang terdapat pada bagian folder.
Pada bagian luar setelah kompensator kertas yang berjalan harus melewati diantara roda – roda Trolley, dengan Roll Top Former (RTF), setelah itu masuk kedalam bagian pelipatan pertama (Former), Roda Trolley bagian tengah, dapat dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan pakai (lebar web/kertas, jenis cetakan), seperti :


Seluruhnya menggunakan Roda Trolley bila cetakan yang        dihasilkan adalah koran.
Roda Trolley bagian tengah diganti dengan pisau perforasi bila cetakan yang akan dihasilkan adalah majalah.
Roda Trolley bagian tengah diganti dengan pisau Slitter (pisau pemotong) bila hasil cetakan yang dihasilkan adalah tabloid.
Bagian Folder
Pelipatan atau pemotongan, Berfungsi sebagai pelipat dan pemotong hasil cetakan hingga membentuk katern.
Pengeluaran, Setelah kertas dilipat dan dipotong, kertas masuk ke bagian pengeluaran. Pada unit ini terdapat sebuah alat hitung otomatis yang bernaa Counter Streaker yang berfungsi sebagai penghitung jumlah hasil cetakan yang baru keluar dari folder dan untuk mesin yang dapat memisahkan cetakan lalu di ikat dengan tali yang berjumlah 125 eksemplar tiap satu ikatan adalah mesin Rimma dan Moscha.
Prinsip Kerja Folder
Jalur kertas yang sudah dicetak pada masing – masing unit, bertemu dengan former lalu dilipat, dipotong dan dilipat lagi dan keluar melalui ban berjalan menuju meja pengeluaran. Setelah itu koran yang halamannya telah berurutan bisa langsung diedarkan.
Gangguan – Gangguan Cetak
Scumming
Adalah tinta block sebagian akibat dari tidak ratanya pemberian air pembasah dari nozel ke pelat. Biasanya nozel dalam keadaan kotor atau tersumbat.
Cara mengatasi:
Nozel harus dibersihkan.
Bak air dibersihkan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.
Pada saat mencetak selalu dijaga keseimbangan antara air dan tinta.
Kertas Putus
Penyebab:
Air pembasah sampai ke kertas.
Ketegangan kertas terlalu berat.
Tinta terlalu tebal.
Cara Mengatasi:
Kurangi pemberian air pembasah.
Lakukan sambungan manual pada kertas.
Kurangi ketegangan kertas.

Rima  nge-jam
Adalah dimana kertas terhambat atau terjadi penumpukan koran pada sistem pengeluaran atau lebih spesifiknya pada rima system  (Counter Steaker).
Penyebab:
Counter steaker telah lama tidak dibersihkan/kurang bersih dalam membersihkannya.
Pada jalur pengeluaran koran jatuh dalam keadaan tidak tepat.

BAB.III
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam lingkup kerja khususnya dunia grafika pada dasarnya sama, hanya saja kinerja serta manajemen yang berbeda. Sehingga sistem perkuliahan di kampus dengan perusahaan berbeda.
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam industri agar tidak terjadi kecelakaan dan penyakit kerja.
Mengembangkan ilmu yang di dapat di bangku kuliah sesuai dengan jurusan masing-masing. Serta mampu menerapkan pengetahuan yang telah diajarkan di perkuliahan pada perusahaan.
Industri percetakan koran secara khusus jam kerjanya malam hari hingga pagi karena waktu pendistribusian produknya (koran) yaitu pagi sebelum masyarakat melakukan aktivitas rutin.
Ilmu psikologi industri sangat perlu dipelajari agar kita dapat memahami dan melakukan aktivitas di industri dengan maksimal.
Setelah menerapkan psikologi industri mahasiswa mampu memperoleh analisis dari permasalahan yang terdapat dalam suatu perusahaan dan memecahkan solusinya sebagai dasar pengembangan di tingkat kerja yang berkualitas.

Saran

Untuk mencapai suatu tujuan yang ingin terlaksana, hendaknya mahasiswa Sebelum melaksanakan kunjungan industri hendaknya setiap mahasiswa/i mengetahui beberapa hal penting tentang industri yang akan dikunjung, misalnya mempersiapkan pertanyan yang akan ditanyakan di  perusahaan yang akan di kunjungi.
Selanjutnya untuk menjalin kemitraan yang baik antara Perusahaan dengan Program Studi Teknik Grafika perlu komunikasi yang baik antara kampus dengan perusahaan yang akan di tuju, sehingga akan memudahkan mahasiswanya/i setelah lulus nanti.
Dan dalam komunikasi kerjasama antara mahasiswa dengan perusahaan maka perlu pelatihan sendiri dalam hal penyampaian sutu informasi dapat secara jelas dan prosfesional.

Foto Kegiatan