Selasa, 05 Maret 2013

ALUR KERJA PPC GRAFIKA


ALUR KERJA PPC

Adapun Alur Kerja Kegiatan PPC di PT Karya Kita Bandung, Berawal dari order masuk berupa spesifikasi  order , dummy dan file order dari bagian marketing berupa S.O (Sales Order) kemudian diserahkan ke penerimaan naskah untuk dianalisis sebelum proses produksi.
Aspek-aspek yang dianalisis meliputi ;
  • ·         Teks,
  • ·         Gambar,
  • ·         Oplagh,
  • ·         Jenis Penjilidan,

  • ·         Mesin

  • Selanjutnya jika sudah dicek dan dinyatakan “YES” maka dilanjutkan ke tahap kalkulasi perhitungan kebutuhan bahan produksi, perhitungan biaya produksi dan alokasi mesin yang tepat untuk jenis order tersebut. Jika dinyatakan “NO” maka perlu konfirmasi kembali dengan customer agar dapat ditinjau ulang dari kekurangan order tersebut. Penerimaan Naskah berkoordinasi dengan Ka. Schedulling untuk meminta keputusan bahwa order sudah siap cetak produksi.

    Perhitungan produksi ini dilakukan oleh bagian Budgetting. Bagian budgeting mempunyai 2 proses kerja yaitu  proses kerja yaitu Proses Estimator dan Proses Makloon.
    Proses Estimator bertanggung jawab menyiapkan segala perhitungan dari perencanaan produksi (Biaya, Bahan, Mesin, Oplagh, dll) yang hasil akhir berupa KP (Kalkulasi Perhitungan). KP ini merupakan salah satu unsur penentu apaah suatu projek layak dikerjakan atau tidak dengan melihat profitnya.
    Berdasarkan hitungan kalkulasi produksi dan kapasitas produksi tersebut diputuskan untuk makloon pekerjaan yang tidak bisa dilakukan. Makloon dilakukan karena :
    1.      Perusahaan tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan, contoh : Vernish, Foil, Emboss, Polimas.
    2.      Kapasitas Produksi yang tidak mencukupi.
    Hal ini dilakukan karena dari proses produksi harus dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan. Data makloon ini dikirim kembali ke Bagian Budgetting untuk dihitung kembali seberapa banyak biaya yang dikeluarkan dalam pengerjaan order. Budgetting hanya menghitung kalkulasi yang berkenaan dengan perhitungan kebutuhan bahan produksi dan tidak menghitung sampai dengan harga jual. Untuk penghitungan harga jual ada bagian tersendiri yaitu bagian Marketing.
    Setelah proses Budgetting sudah selesai dikerjakan, maka tahap selanjutnya berkoordinasi dengan bagian scheduling untuk dilakukan proses perjadwalan produksi .
    Adapun penjadwalan produksi meliputi pembagian shift kerja, pembagian mesin yang digunakan untuk beroperasi dan perhitungan waktu kerja.
    Scheduling mempunyai 2 proses yaitu; Penerimaan Naskah dan Monitoring Produksi.
    1.      Penerimaan naskah, yaitu membuat kantong order berisi job order dan dummy kepada masing-masing unit produksi (prepress, press dan finishing). Kantong order dan dummy ini sebagai panduan produksi sesuai perhitungan waktu produksi yang sudah dibuat dengan Schedulling .

    2.      Monitoring Produksi, berfungsi memonitoring jalannya proses produksi antara rencana PPC dan realisasi produksi serta menyiapkan 4P (plate, paper, pigment, dan proof). MP memberikan informasi ke Spv. Schedulling jika terjadi kendala lapangan.

    ALUR PENGOLAHAN ORDER
    Dalam struktur organisasi grafika kedudukan tertinggi dipimpin oleh Direksi, dibawah direksi ada bagian komersial, produksi, logistik, admin/ keuangan. Dari keempat bagian itu, bagian komersial dibagi menjadi dua bagian lagi yaitu sales internal dan sales eksternal. Sales internal berfungsi mengatur pemasaran yang secara struktural berada dalam organisasi perusahaan. Sedangkan sales eksternal berfungsi sebagai tenaga penjualan freelance yang melakukan kegiatan pemasaran dengan kompensasi komisi hasil order yang yang sudah masuk kontrak (deal). Di bagian logistik mempunyai peran untuk pengadaan bahan-bahan logistik yang diperlukan industri grafika yang akan berkoordinasi kepada bagian admin/ keuangan dan PPC/ PPIC. PPC (planning, Production, and Control)/ PPIC (Planning, Production, Inspection and Control) berfungsi untuk pengendalian kualitas proses produksi. Bagian admin/ keuangan berperan dalam pengelolaan keuangan dan akutansi industri grafika untuk kestabilan cashflow keuangan industri. Sedangkan bagian produksi terdiri dari tiga bagian yaitu pracetak, cetak dan penyelesaian. (Djaiz, Mukhyiddin, Buku Ajar Pengantar Ilmu Grafika. Jakarta, 2010 : 42-44)
    Adapun alur pengolahan order berawal dari Order masuk yang sudah dilakukan kontrak (SPK), kemudian oleh PPC/PPIC diteruskan ke bagian produksi untuk dilakukan proses produksi yang diawali pada bagian pracetak, cetak, dan penyelesaian melakukan produksi secara fisik. Tugas PPC/PPIC yaitu melakukan perencanaan produksi dan control kualitas hasil produksi secara non fisik.
    Kegiatan PPC/PPIC merupakan kegiatan non-fisik karena segala kegiatan kerja yang dilakukan PPC/PPIC berupa perencanaan – perencanaan produksi untuk direalisasikan pada bagian produksi. PPC/PPIC menganalisis order, mengatur rute proses produksi, mengatur estimasi waktu dan bahan, mendata dan menganalisa data logistik yang ada di gudang, melakukan penjadwalan produksi, membuat rencana induk dan melakukan pengendalian produksi. (Djaiz, Mukhyiddin, Buku Ajar Pengantar Ilmu Grafika. Jakarta, 2010 : 44)
    Ada beberapa fungsi PPC/PPIC, antara lain :
    1. -          Job Analizer (Pengkaji Order)
    2. -          Scheduller (Pembuat Jadwal )
    3. -          Job Follower (Pengamat Kerja)
    4. -          Sub Kontrak
    5. -          Inventory Controller
    kelima fungsi tersebut sangat bergantung pada job deskripsi yang ditentukan pada Departemen PPC. dalam hal ini PPC berperan sebagai jantung produksi artinya secara keseluruhan selama proses produksi berlangsung diatur oleh PPC juga yang bertanggungjawab dalam hal perhitungan waktu dan perhitungan bahan baku.

    o     oke,, guyss.. semoga bermanfaaatttt.. salam sufi smile ^_^

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar